Jemaah Aboge Probolinggo Tentukan Salat Id Berdasarkan Kitab Mujarobat

Zulkiflie

Reporter

Zulkiflie

Rabu, 5 Juni 2019 - 15:59

JATIMNET.COM, Probolinggo – Sejumlah Jemaah Islam Aboge masih menjalankan ibadah puasa meski mayoritas umat Islam telah melaksanakan hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah yang jatuh pada Rabu 5 Juni 2019

Aktivitas Islam Aboge di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Leces tetap menjalankan ibadah puasa hari terakhir. Mereka juga menjalankan aktivitas seperti biasa dan sebagaian warganya mulai menyiapkan keperluan untuk selamatan Lebaran.

Tokoh Islam Aboge, ustaz Buri Mariah mengatakan Jemaah Aboge akan merayakan Hari Raya Idul Fitri pada Kamis 6 Juni 2019, sesuai dengan kalender dan kitab Mujarobat. Di mana penghitungannya Do-Nem-Ro, atau hari keenam pasaran loro atau dua.

BACA JUGA: Jemaah Islam Aboge di Probolinggo Baru Puasa Besok

“Hitungannya Donemro (Romadon atau Ramadan, enem atau enam, loro atau dua) sederhananya Romadon – enem (hari) – loro (pasaran), yang hitungannya mulai Selasa Pahing,” terangnya, Rabu 5 Juni 2019.

Bagi Jemaah Aboge, penentuan hari-hari besar mengacu pada tahun baru Hijriyah atau tahun baru Islam. Sementara, tanggal 1 Muharram tahun ini bertepatan dengan Kamis Legi.

Adapun penentuan Idul Fitri atau 1 Syawal, berlaku rumus Waljiro. Artinya, 1 Syawal jatuh pada pasaran dua. Dengan rumus ini, 1 Syawal 1440 H jatuh pada hari Kamis Pahing.

Meskipun terdapat perbedaan dalam berlebaran, namun muslim penganut Aboge dan warga setempat yang berbeda ajaran, tetap hidup rukun berdampingan. Mereka beraktivitas seperti biasa, tanpa ada konflik.

BACA JUGA: Jemaah Al Muhdhor Tulungagung sudah Gelar Salat Ied

Penganut Aboge, Sumila menyampaikan bahwa paham yang dianutnya sudah ada sejak nenek moyangnya. Paham ini ditularkan secara turun temurun.

Di Probolinggo, Penganut Aboge jumlahnya mencapai seribuan orang. Selain di Kecamatan Leces, penganut Aboge tersebar di tiga kecamatan lain yakni, Dringu, Tegalsiwalan, Bantaran dan Kuripan.

“Kami udah terbiasa dengan perbedaan dalam hal merayakan Lebaran. Yang penting bisa hidup rukun berdampingan,” ungkap Sumila.

Sebetulnya keberadaan Islam Aboge di Probolinggo sudah ada sejak zaman kemerdekaan. Awalnya tokoh agama Aboge setempat hanya ada dua orang. Dengan berkembangnya zaman, jumlah tokoh Islam Aboge menjadi delapan orang, dan salah satunya Ustadz Buri Mariah di Kecamatan Leces.

Baca Juga

loading...