Logo

Jelang Puasa Ramadan 1444 Hijriah, Pedagang Bunga Musiman Panen Rejeki

Reporter:,Editor:

Rabu, 22 March 2023 07:00 UTC

Jelang Puasa Ramadan 1444 Hijriah, Pedagang Bunga Musiman Panen Rejeki

Penjual Bunga Dulang Rezeki jelang Puasa Ramadan 1444 H.

JATIMNET.COM, Jember - Jelang puasa ramadan 1444 Hijriah pedagang bunga mawar panen dan banyak mendulang rejeki. Sebab, di hari biasa, tidak begitu banyak orang yang berjualan bunga mawar atau kembang nyekar.

Namun, kali ini banyak pedagang dadakan, seperti yang terlihat di sepanjang Jalan Trunojoyo, Jalan Gajah Mada, dan Jalan Imam Bonjol, wilayah Kecamatan Kaliwates.

Mereka banyak menjajakan bunga nyekar di sepanjang jalan. Sebab, momen di jelang ramadan ada sebuah tradisi, yakni nyekar atau ziarah ke tempat pemakaman umum (TPU).

"Saya ibu rumah tangga biasa, suami merantau bekerja di Pulau Madura. Karena kebiasaan jelang puasa Ramadan, banyak orang mencari bunga mawar untuk ziarah kubur. Jadi saya ikut berjualan," kata salah seorang pedagang bunga Kholidah (30), Rabu 22 Maret 2023.

Meski sebagai pedagang musiman, warga warga Dusun/Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Jember itu mengaku bersyukur. Sebab, hasil penjualannya per harinya bisa mencapai Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu.

"Alhamdulillah per hari dapatnya atau omset itu Rp 250-300 ribu. Saya dari rumah sudah menyiapkan 300 an kresek (kantong plastik kecil) berisi bunga dari rumah. Untuk jualannya tiga kresek saya jual Rp 10 ribu," ujarnya.

"Tapi jika ingin ada yang satu kresek penuh dan ukuran besar, per satuannya saya jual Rp 150 ribu," sambungnya.

Namun demikian, lanjutnya, para pembeli lebih suka membeli dalam satu bungkus kecil.

"Untuk bunga ini. Saya bawa dari rumah. Karena di desa saya memang banyak yang membudidaya bunga mawar. Jadi selain saya, banyak juga warga satu desa berjualan. Tidak hanya satu wilayah, tapi banyak di jalan-jalan lain. Bahkan juga ada yang dikirim keluar kota, seperti Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi," katanya

Tidak hanya berjualan saat jelang Puasa Ramadan. Para pedagang bunga ini juga akan berjualan jelang lebaran Idul Fitri. “Kalau jelang lebaran Idul Fitri, biasanya 3-5 hari sebelumnya sudah jualan. Momennya juga sama untuk berziarah ke makam," kata Pedagang Bunga di Jalan Trunojoyo Nia Rahmah (40). 

Perempuan yang juga warga Dusun/Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Jember itu juga mengaku. Saat jelang lebaran omset bisa bertambah.

"Tapi biasanya paling banyak pembeli saat puncak lebaran, omset per hari bisa Rp 500 ribu ke atas," ujar perempuan yang juga akrab disapa Nia ini.

"Untuk omset pendapatan ini hampir sama dengan lebaran tahun lalu (2022). Tapi masih lebih baik daripada masa-masa Pandemi dua tahun lalu," sambungnya.

Sementara itu menurut salah seorang pembeli Lilik Wahyu (34), dirinya membeli bunga tersebut memang dikhususkan untuk jelang puasa ramadan.

"Karena kan sudah tradisi, kalau mau puasa berziarah kubur sowon ke makam leluhur atau sanak saudara kita. Untuk menyambut puasa ramadan, kemudian nanti jelang lebaran juga gitu. Untuk mendoakan keluarga yang sudah meninggal," ujar Lilik.

Reporter: Arta Hatta