Senin, 03 August 2026 23:00 UTC

Sekretaris Jenderal PBU Saifullah Yusuf saat meninjau lokasi Muktamar ke-35 NU di Ponpes Tambakberas, Jombang Senin 3 Agustus 2026. Foto: Media Center Muktamar ke-35 NU
JATIMNET.COM, Jombang – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU) Saifullah Yusuf mengingatkan warga Nahdliyin, khususnya pengurus wilayah dan cabang agar tidak mempercayai yang belum jelas kebenarannya menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu meminta masyarakat hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi PBNU maupun media yang kredibel.
Langkah itu dinilai penting agar masyarakat tidak terpengaruh kabar bohong, dokumen palsu, maupun informasi yang menyesatkan.
"Yang penting juga adalah percaya pada berita-berita yang benar. Jangan sampai percaya pada hoaks, berita-berita palsu, atau berita yang menyesatkan," ujar Gus Ipul saat memberikan keterangan di Tower 7 Gedung MAN 3 Tambakberas, Jombang, Senin, 3 Agustus 2026.
Menurut dia, berbagai informasi yang beredar di luar saluran resmi PBNU tidak seluruhnya dapat dipertanggungjawabkan.
"Ikuti semua kabar yang official. Karena kabar di luar sana macam-macam. Ada yang menyebarkan dokumen atau surat keputusan yang tidak ditandatangani. Itu tidak benar," katanya.
Selain mengingatkan tentang bahaya hoaks, Gus Ipul memastikan seluruh proses kepesertaan Muktamar Ke-35 NU berlangsung sesuai ketentuan organisasi.
Ia menyebut, setiap pengurus cabang maupun wilayah yang memenuhi syarat memiliki hak menjadi peserta muktamar. PBNU, kata dia, juga melakukan pendampingan apabila masih terdapat kekurangan administrasi.
"Peserta itu adalah hak cabang dan wilayah yang memenuhi syarat. PBNU membantu jika ada kekurangan, tetapi prosesnya harus benar dan dokumennya tidak boleh palsu. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, tidak ada yang dipersulit," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga membantah berbagai isu yang beredar di media sosial mengenai adanya konflik internal di tubuh PBNU, termasuk isu perebutan kepentingan terkait pengelolaan tambang.
Ia menegaskan, informasi tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi di lingkungan PBNU.
"Tidak ada konflik tambang atau rebutan apa pun antara Ketua Umum dan Sekjen. Berita-berita seperti itu tidak benar. Yang berkembang di media sosial seolah-olah ada rebutan ini dan itu, padahal faktanya tidak demikian," kata Gus Ipul.
Ia menambahkan, seluruh jajaran PBNU saat ini fokus mempersiapkan pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU dengan semangat kebersamaan.
"Kalau melihat kondisi sekarang, semuanya guyub. Kami menyambut Muktamar dengan semangat kebersamaan," ujarnya.
Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026. PBNU berharap seluruh tahapan persiapan dapat berjalan lancar dengan dukungan seluruh warga Nahdliyin.
