Jelang Debat Capres, MUI Imbau Tak Singgung Isu Agama

Nani Mashita

Sabtu, 30 Maret 2019 - 17:21

JATIMNET.COM, Surabaya – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan imbauan menjelang pelaksanaan debat calon presiden yang berlangsung Sabtu 30 Maret 2019. Organisasi ulama ini meminta kedua kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden menghindari penggunaan isu keagamaan.

Imbauan ini dikeluarkan berdasarkan taushiyah Dewan Pertimbangan MUI sebagai hasil Rapat Pleno Ke-37, Kamis 28 Maret 2019 dan mengatasnamakan Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin.  Imbauan itu beredar dari grup WhatsApp sejak Sabtu 30 Maret 2019 pagi.

“Sebaiknya kedua kubu Paslon Presiden-Wapres menghindari penggunaan isu keagamaan, seperti penyebutan khilafah, karena itu merupakan bentuk politisasi agama yg bersifat pejoratif atau menjelekkan,” kata Din mengawali imbauannya.

Menurut Din, meski khilafah sebagai lembaga politik tidak diterima luas di Indonesia, namun khilafah yang disebut dalam Al-Qur'an adalah ajaran Islam yang mulia.

BACA JUGA: Soal PUBG, MUI Keluarkan Fatwa Gim Bulan Depan

Tetapi mempertentangkan khilafah dengan Pancasila adalah identik dengan mempertentangkan Negara Islam dengan Negara Pancasila, sudah tidak relevan lagi.

Ini seiring dengan penegasan Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi was Syahadah atau Negara Kesepakatan dan Kesaksian. “Upaya mempertentangkannya merupakan upaya membuka luka lama dan dapat menyinggung perasaan umat Islam,” tuturnya.

Ia mengatakan menisbatkan sesuatu yang dianggap Anti Pancasila terhadap suatu kelompok adalah labelisasi dan generalisasi yang berbahaya dan dapat menciptakan suasana perpecahan di tubuh bangsa.

Din mengimbau segenap keluarga bangsa agar jangan terpengaruh apalagi terprovokasi dengan pikiran-pikiran yang tidak relevan dan tidak kondusif bagi penciptaan Pemilu/Pilpres damai, berkualitas, berkeadilan, dan berkeadaban.

BACA JUGA: Kemenag dan MUI akan Kader Ratusan Dai Moderat

Debat Pilpres 2019, Sabtu 30 Maret 2019 malam nanti merupakan yang ke empat kalinya dari lima kali debat yang diagendakan.

Pada debat keempat, capres nomor urut 01 Joko Widodo akan beradu debat dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Tema debat malam nanti adalah ideologi, pemerintahan, keamanan serta hubungan internasional. Selain itu, peserta debat juga diminta menjawab pertanyaan dari sembilan panelis yang sudah dipilih KPU.

Untuk tema ideologi, panelis yang disiapkan adalah Prof DR Zakiyuddin, M.Ag (Direktur Pascasarjana IAIN Salatiga), dan Dr J Haryatmoko SJ (Akademisi/pengajar fakultas teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta).

BACA JUGA: MUI Sebut PSI dan Komnas Perempuan Tak Mengerti Islam

Untuk tema pemerintahan, panelisnya adalah Dr Erwan Agus Purwanto M Si (Dekan Fisip Universitas Gadjah Mada), Dr Valina Singka Subekti M Si (Akademisi/pengajar departemen ilmu politik, Fisip UI) dan Dadang Tri Sasongko (Sekjen Transparency International Indonesia).

Untuk tema pertahanan dan keamanan, KPU memilih Al Araf (Direktur Eksekutif Imparsial) dan Dr Ir Apolo Safanpo ST MT (Rektor Universitas Cenderawasih) untuk menyusun daftar pertanyaan.

Sedangkan tema hubungan internasional KPU meminta Drs I Basis Eko Soesilo MA (Akademisi/Pengajar HI Fisip Unair dan Direktur Centre for Strategic and Global Studies/CSGS) dan Dr Kusnanto Anggoro (Akademisi/Pengajar Fisip UI)  membuat pertanyaan.

Debat akan digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta pada Sabtu 30 Maret 2019 mulai pukul 20.00 WIB dan bisa disaksikan di televisi swasta.

Baca Juga

loading...