JATIMNET.COM, Surabaya – Jasa pengiriman barang atau logistik di Jawa Timur hingga bulan November 2018 tumbuh di kisaran 8-10 persen dibandingkan periode tahun lalu. Salah satu indikator peningkatan permintaan itu disebabkan pesatnya bisnis e-commerce (belanja daring) sepanjang Januari-November 2018.

“Jawa Timur masih mencatatkan angka yang positif, yakni tumbuh sekitar 8 sampai 10 persen jika dibandingkan tahun lalu,” ujar Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jawa Timur Ardito Soepomo, Kamis 6 Desember 2018.

Pergerakan pertumbuhan jasa pengiriman logistik diprediksi bakal terus naik hingga tutup tahun. Menurut Ardito, bulan Desember ini menjadi momen bagi bisnis pengiriman barang yang puncaknya pada libur Natal dan tahun baru. Dia memperkirakan persentasenya bisa mencapai dua kali lipat dibanding bulan-bulan biasa.

“Pasar logistik cukup bagus trend di akhir tahun ini, karena kenaikannya cukup tinggi, sekitar 60 persen sampai 100 persen dibanding bulan-bulan biasa,” ungkap Ardito. Ia menyebutkan, akhir tahun justru menjadi peak season (puncak pengiriman) bagi permintaan jasa pengiriman barang.

Selain didorong oleh pengiriman paket pada liburan Natal dan tahun baru, pengiriman paket juga tertolong adanya hari belanja online nasional (Harbolnas) yang jatuh pada tanggal 10-12 Desember.

“Bulan ini masih ada satu kegiatan yakni Harbolnas pada tanggal 12 Desember 2018. Sementara untuk lonjakan pengiriman barang umumnya terjadi pada H-10 sebelum Natal dan Tahun Baru,” bebernya.

Meski demikian, Ardito memperkirakan pengiriman jasa paket di tahun 2019 tidak sesemarak di tahun 2018. Ardito mengungkapkan jasa logistik tetap akan tumbuh, namun perkiraannya akan melambat di kisaran 5-10 persen.

“Tahun depan ada momen politik yang cukup mempengetahui jasa logistik. Kami perkirakan tetap tumbuh, tapi di kisaran satu digit,” tandasnya.