Logo

Jangan Langsung Jualan, Raymond Chin Ungkap Strategi Marketing yang Sering Diabaikan Pelaku Usaha

Reporter:

Rabu, 06 May 2026 02:47 UTC

Jangan Langsung Jualan, Raymond Chin Ungkap Strategi Marketing yang Sering Diabaikan Pelaku Usaha

Ilustrasi strategi marketing. Freepik

JATIMNET.COM – Banyak pelaku usaha masih menganggap marketing sebatas mempromosikan produk sebanyak mungkin dengan harapan ada konsumen yang membeli. Padahal, strategi pemasaran yang efektif membutuhkan proses yang lebih panjang dan terstruktur.

Praktisi bisnis Raymond Chin menjelaskan bahwa pemilik usaha perlu memahami konsep marketing funnel agar dapat meningkatkan penjualan secara lebih efektif. Menurutnya, perjalanan konsumen dari mengenal sebuah merek hingga menjadi pelanggan setia tidak terjadi dalam satu tahap.

"Customer tidak langsung beli saat pertama kali melihat produk. Ada proses yang harus dilalui," ujarnya dalam kanal YouTube miliknya, Raymond Chin, Rabu, 6 Mei 2026.

 

Kenalkan Merek Sebelum Menjual

Raymond menjelaskan bahwa tahap pertama dalam marketing funnel adalah awareness atau membangun kesadaran merek.

Pada tahap ini, tujuan utama bukanlah menjual produk, melainkan memperkenalkan bisnis kepada calon pelanggan. Pelaku usaha perlu membuat konsumen mengenal merek, memahami produk yang ditawarkan, serta mengetahui nilai yang dimiliki bisnis tersebut.

Media sosial seperti Instagram, TikTok, maupun iklan digital dapat dimanfaatkan untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Menurutnya, kesalahan yang sering dilakukan pelaku usaha adalah langsung menawarkan diskon atau mendorong pembelian sebelum konsumen mengenal produk yang ditawarkan.

"Awareness itu seperti perkenalan. Konsumen harus tahu dulu siapa kita sebelum memutuskan membeli," katanya.

 

Bangun Ketertarikan Konsumen

Setelah mengenal merek, konsumen akan memasuki tahap consideration atau pertimbangan.

Pada fase ini, calon pelanggan mulai mencari informasi lebih lanjut mengenai produk, membandingkan harga, membaca ulasan, hingga menilai apakah produk tersebut sesuai dengan kebutuhan mereka.

Karena itu, pelaku usaha perlu menampilkan informasi yang jelas mengenai manfaat produk, keunggulan dibanding kompetitor, serta solusi yang ditawarkan kepada konsumen.

Menurut Raymond, website, katalog digital, maupun toko daring menjadi sarana penting untuk membantu konsumen memperoleh informasi yang mereka butuhkan sebelum membeli.

 

Permudah Proses Pembelian

Tahap berikutnya adalah conversion atau konversi, yakni saat konsumen memutuskan melakukan pembelian.

Raymond menilai banyak bisnis kehilangan peluang pada tahap ini karena proses pembelian terlalu rumit. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menyediakan layanan pelanggan yang responsif melalui WhatsApp Business atau kanal komunikasi langsung lainnya.

Dengan adanya layanan pelanggan, calon pembeli dapat mengajukan pertanyaan dan menghilangkan keraguan sebelum melakukan transaksi.

Menurutnya, komunikasi langsung dengan pelanggan juga membantu pelaku usaha memahami faktor-faktor yang membuat konsumen ragu membeli produk.

 

Jangan Lupakan Pelanggan Lama

Setelah transaksi berhasil dilakukan, pekerjaan pemasaran belum selesai. Raymond menegaskan pentingnya menjaga hubungan dengan pelanggan melalui strategi Customer Relationship Management (CRM).

Pelaku usaha dapat kembali menghubungi pelanggan melalui email, pesan promosi, atau informasi produk terbaru agar konsumen tetap mengingat merek tersebut.

Langkah ini penting untuk mendorong pembelian berulang dan meningkatkan loyalitas pelanggan.

"Banyak bisnis berhenti setelah berhasil menjual produk. Padahal pelanggan lama adalah aset yang sangat berharga," ujarnya.

 

Ubah Pelanggan Menjadi Promotor

Tahap tertinggi dalam marketing funnel adalah advocacy atau advokasi.

Pada tahap ini, pelanggan tidak hanya membeli produk secara berulang, tetapi juga secara sukarela merekomendasikan produk kepada orang lain.

Menurut Raymond, promosi dari pelanggan merupakan salah satu bentuk pemasaran paling efektif karena didasarkan pada pengalaman nyata dan tingkat kepercayaan yang tinggi.

Untuk mencapainya, pelaku usaha harus memastikan kualitas produk dan layanan benar-benar memuaskan. Selain itu, program referral, member get member, maupun promo khusus bagi pelanggan yang mengajak teman dapat menjadi strategi untuk memperluas jangkauan pasar.

 

Marketing Bukan Sekadar Jualan

Raymond menegaskan bahwa marketing bukan hanya tentang menjual produk sebanyak-banyaknya. Pelaku usaha perlu memahami perjalanan konsumen mulai dari mengenal merek, mempertimbangkan produk, melakukan pembelian, menjadi pelanggan setia, hingga akhirnya merekomendasikan produk kepada orang lain.

Dengan memahami setiap tahapan tersebut, strategi pemasaran dapat berjalan lebih efektif dan berpotensi menghasilkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

"Kalau memahami cara kerja marketing funnel, pelaku usaha sudah selangkah lebih maju dibanding banyak kompetitor yang hanya fokus pada penjualan semata," katanya.