Logo

Jangan Asal Enak, Pesan Ning Ita bagi Pelajar Sebelum Jajan

Reporter:,Editor:

Jumat, 01 May 2026 01:00 UTC

Jangan Asal Enak, Pesan Ning Ita bagi Pelajar Sebelum Jajan

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat memberikan edukasi kepada para siswa mengenai pentingnya memilih makanan dalam program B2SA Goes To School. Foto: Kominfo.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto memperketat pengawasan dan edukasi pola makan sehat melalui program B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman).

Langkah ini dijalankan untuk memastikan para pelajar mendapatkan asupan nutrisi yang tepat di tengah maraknya tren jajanan yang belum tentu sehat.

Dalam B2SA Goes To School di SMPN 3 dan SMPN 4 Kota Mojokerto, Wali Kota Ika Puspitasari menekankan agar anak-anak tidak sembarangan membeli dan mengonsumsi jajan.

Apalagi, hanya karena tergoda rasa. Sebaiknya, ia mengimbau tetap mempertimbangkan kandungan dan keamanan yang dibeli.

“Gunakan uang jajan untuk memilih makanan yang sehat dan aman, bukan hanya yang enak di lidah tetapi juga baik bagi tubuh,” kata Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasi, Rabu, 29 April 2026.

Maka, ia melanjutkan, B2SA Goes To School penting dijalankan untuk memberikan wawasan konsumsi bagi para pelajar sebagai pendamping program Makan Bergizi Gratis yang tengah berjalan.

"Karena makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman menjadi bekal kesehatan sejak dini,” tutur Wali Kota Mojokerto.

Menurutnya, makanan sehat dikonumsi saat ini bisa menjadi fondasi penting bagi tumbah kembang anak di masa mendatang. Tidak hanya bagi perkembangan fisik, namun juga fungsi otak.

“Apa yang masuk ke dalam tubuh akan sangat memengaruhi fungsi otak dan fisik, sehingga penting bagi anak-anak untuk memilih makanan sehat demi masa depan mereka,” jelasnya.

Melalui program B2SA Goes To School, Pemkot Mojokerto berharap mampu mencetak generasi yang lebih sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan.

“Kami berharap anak-anak Kota Mojokerto tumbuh menjadi generasi sehat, cerdas, dan mampu mewujudkan cita-cita sebagai generasi emas di masa depan,” pungkasnya.