Logo

Jajanan Merah Putih yang Cocok Meriahkan Agustusan

Meriah boleh, manis pun boleh, asal meja Agustusan tidak kehilangan rasa, warna, dan sedikit pertimbangan.
Reporter:,Editor:

Rabu, 05 August 2026 00:00 UTC

Jajanan Merah Putih yang Cocok Meriahkan Agustusan

Ilustrasi: Manisnya Merah Putih. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Jajanan merah putih mulai mudah ditemukan ketika Agustus datang. Di Surabaya, pemandangannya bisa muncul dari meja rapat kantor sampai teras rumah yang disulap menjadi tempat berkumpul warga.

 

Warna merah dan putih memang gampang diterjemahkan ke makanan. Puding susu diberi lapisan stroberi, kue kukus dihias dua warna, buah dipotong mengikuti tema, sementara jajanan pasar mendapat kemasan baru yang lebih meriah.

 

Namun, ada satu hal yang kerap luput ketika meja Agustusan mulai penuh. Warna boleh dibuat semenarik mungkin, tetapi komposisi makanan tetap layak diperhatikan. Apalagi sebagian jajanan perayaan cenderung manis, digoreng, atau memakai pewarna.

 

 

 

Merah Putih Tak Harus Berakhir pada Pewarna

 

Membuat jajanan merah putih sebenarnya memberi ruang kreativitas cukup luas. Merah dapat datang dari buah naga merah, semangka, stroberi, atau bahan pangan lain yang sesuai resep. Warna putih tersedia dari santan, susu, kelapa parut, tepung beras hingga singkong.

 

Pilihan tersebut membuat meja perayaan terasa lebih beragam. Bayangkan puding susu dengan potongan buah naga, singkong kukus bertabur kelapa, atau jajan pasar yang ditata bergantian merah dan putih.

 

Urusan pewarna pangan tetap perlu mendapat perhatian, terutama ketika membeli jajanan dari penjual yang belum dikenal. Hasil pengawasan BPOM pada pangan takjil 2025 memberi gambaran yang cukup relevan mengenai keamanan jajanan siap santap.

 

Saat itu BPOM menguji 4.958 sampel dari 2.313 pedagang pada 462 lokasi di Indonesia. Sebanyak 4.862 sampel atau 98,06 persen memenuhi syarat. Masih ditemukan 96 sampel yang tidak memenuhi ketentuan, terdiri dari 49 sampel mengandung formalin, 24 boraks, dan 23 rhodamin B.

 

Data tersebut memang berasal dari pengawasan takjil, bukan khusus jajanan Agustusan. Namun, pelajarannya tetap berguna ketika masyarakat membeli pangan berwarna mencolok dari penjual makanan siap santap: pilih pedagang yang bersih, produk yang jelas, dan warna makanan yang masuk akal.

 

 

 

Meja Agustusan Sering Punya Satu Masalah: Terlalu Manis

 

Selepas lomba di bawah matahari Surabaya, minuman dingin dan makanan manis tentu menggoda. Es sirup, puding, bolu, kue lapis dan minuman kemasan bisa hadir bersamaan di satu meja.

 

Masalahnya bukan pada satu potong kue. Konsumsi gula mudah bertambah ketika beberapa makanan dan minuman manis disantap dalam waktu berdekatan.

 

Pedoman terbaru pola makan sehat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan gula bebas berada di bawah 10 persen dari total energi harian. Untuk pola makan sekitar 2.000 kilokalori, batas tersebut setara sekitar 50 gram atau 12 sendok teh. WHO menyebut pembatasan hingga 5 persen atau kurang dapat memberi manfaat kesehatan tambahan.

 

Konteks Indonesia membuat soal ini cukup relevan. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dari Kementerian Kesehatan menemukan prevalensi diabetes pada penduduk berusia minimal 15 tahun berdasarkan pemeriksaan gula darah mencapai 11,7 persen. Pada Riskesdas 2018, angkanya 10,9 persen.

 

Ada jarak besar antara kasus yang diketahui dan yang ditemukan lewat pemeriksaan. SKI 2023 mencatat diabetes berdasarkan diagnosis dokter pada kelompok usia minimal 15 tahun sebesar 2,2 persen, jauh di bawah hasil pemeriksaan gula darah 11,7 persen.

 

Jadi, menyediakan jajanan merah putih yang lebih beragam terasa lebih masuk akal dibanding membuat semua hidangan serba manis.

 

 

 

Buah Bisa Masuk Tanpa Membuat Meja Terlihat Membosankan

 

Semangka menjadi kandidat paling mudah untuk tema merah putih. Daging buahnya merah, menyegarkan, dan praktis dipotong kecil untuk acara warga. Buah naga merah juga dapat digunakan pada puding, agar-agar atau olahan dingin.

 

Kombinasinya tidak harus rumit. Piring buah merah dapat dipasangkan dengan potongan buah berwarna pucat, puding susu rendah gula, atau kelapa muda tanpa sirup berlebihan.

 

WHO pada pedoman pola makan sehat 2026 menganjurkan orang berusia di atas 10 tahun mengonsumsi sedikitnya 400 gram buah dan sayuran per hari, serta sedikitnya 25 gram serat pangan alami.

 

Jajanan perayaan tentu bukan sarana untuk mengejar seluruh kebutuhan tersebut. Namun, buah memberi pilihan bagi tamu yang tidak ingin mengambil gorengan atau kue lagi.

 

Di lingkungan Surabaya, pilihan seperti ini cukup realistis. Acara Agustusan sering berlangsung dari pagi hingga siang, ketika udara mulai terasa panas dan peserta datang bergantian setelah lomba. Potongan buah dingin bisa habis sama cepatnya dengan kue jika penyajiannya menarik.

 

 

 

Porsi Kecil Justru Lebih Enak untuk Acara Warga

 

Karakter acara 17 Agustus berbeda dengan makan bersama di restoran. Orang bergerak, menonton lomba, berbincang dengan tetangga, lalu kembali mengambil makanan. Porsi besar sering tidak diperlukan.

 

Kue dapat dipotong lebih kecil. Puding bisa menggunakan cup mini. Lemper, nagasari, singkong atau jajanan pasar dapat disusun dalam porsi sekali makan.

 

Cara tersebut juga membantu mengurangi makanan yang tersisa. Kajian Kementerian PPN/Bappenas mengenai food loss and waste memperkirakan timbulan kehilangan dan sampah pangan Indonesia selama periode 2000–2019 berada pada kisaran 23–48 juta ton per tahun, atau sekitar 115–184 kilogram per kapita per tahun.

 

Nilai ekonominya diperkirakan mencapai Rp213–551 triliun per tahun, setara sekitar 4–5 persen produk domestik bruto pada periode kajian. Bappenas juga menghitung energi dari pangan yang hilang dan terbuang tersebut setara porsi makan 61–125 juta orang per tahun.

 

Skalanya memang jauh lebih besar daripada sisa kue di satu RT. Tetapi kebiasaan menyediakan makanan terlalu banyak dalam sebuah acara tetap menjadi bagian kecil dari persoalan sehari-hari itu.

 

Lebih praktis menyiapkan porsi moderat, melihat kecepatan makanan habis, lalu mengeluarkan stok berikutnya secara bertahap.

 

 

 

Jajanan Lokal Bisa Mendapat Panggung yang Lebih Segar

 

Surabaya adalah kota perdagangan dengan pergerakan konsumsi yang besar. BPS Kota Surabaya mencatat perekonomian kota ini pada 2025 mencapai Rp830,54 triliun berdasarkan PDRB harga berlaku dan tumbuh 5,87 persen.

 

Perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor menjadi lapangan usaha terbesar dengan kontribusi 26,97 persenterhadap struktur ekonomi kota.

 

Dalam skala yang jauh lebih kecil, perayaan kampung juga menjadi ruang transaksi bagi pembuat kue rumahan, pedagang pasar, katering kecil, dan usaha pangan di sekitar permukiman.

 

Tak semua jajanan merah putih harus berupa resep baru yang dibuat khusus untuk media sosial. Kue lumpur, klepon, getuk, nagasari, cenil atau singkong bisa tampil berbeda lewat penataan dan kombinasi warna.

 

Mungkin justru itu yang membuat meja Agustusan terasa dekat. Ada makanan yang dikenali anak-anak, ada jajanan yang mengingatkan orang tua pada masa lalu, dan ada versi baru yang cukup cantik untuk difoto sebelum lomba berikutnya dimulai.

 

Di tengah panas Surabaya dan riuh pengeras suara dari ujung gang, jajanan merah putih tak perlu dibuat terlalu rumit. Lima atau enam jenis makanan dengan porsi wajar, warna menarik, serta pilihan manis dan segar sudah cukup membuat meja warga terasa meriah.

 

Dan kalau semangka dingin ternyata habis lebih dulu daripada bolu merah putih, mungkin panitia sudah mendapat petunjuk menu apa yang perlu ditambah tahun depan.