Isu Kecurangan Pemilu, Emil Minta Parpol Tabayyun

Khoirotul Lathifiyah

Minggu, 21 April 2019 - 07:20

JATIMNET.COM, Surabaya - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengingatkan kepada partai politik untuk tabayyun (mencari kejelasan hingga jelas keadaannya). Imbauan ini diberikan karena selama pesta demokrasi ini banyak isu kasus kecurangan yang menyebar.

“Jangan langsung berasumsi a,b,c,d,e sebelum benar-benar matang sekali. Ini yang penting. Semua menahan diri. Setiap pihak menahan diri dan tabayyun,” kata Emil saat ditemui di Graha Institut Teknologi 10 November (ITS) Surabaya, Sabtu 20 April 2019.

Menurutnya, jika terdapat kekeliruan atau kesalahan selama di lapangan harus segera menindaklanjuti dengan melapor ke pihak yang berwenang. Hal tersebut agar tidak menyimpulkan asumsi sepihak yang menyebabkan konflik.

BACA JUGA: JKSN: Waspadai Pihak yang Ingin Mendelegitimasi KPU

"Jangan cepat berasumsi, bukan berarti tidak menghiraukan. Tapi harus ingat, ada kanal-kanal untuk menindaklanjuti seperti Bawaslu dan lainnya," katanya.

Ia juga berpesan untuk menggunakan jalur-jalur resmi. Tapi harus dipastikan dugaan adanya kecurangan tersebut. Misalnya dalami dulu apa yang sedang terjadi, cari bukti dan dukungan informasi yang valid.

“Jangan hanya dengan satu foto saja jadi dasar asumsi kita itu suatu yang benar, video juga,” ujarnya.

Selain itu, Emil menegaskan bahwa kecurangan itu ada jalur resminya untuk melaporkan. Apabila merasa laporannya tidak diproses, masih ada cara advokasi. Selain itu, dalam menyampaikan informasi juga tidak boleh sepotong-potong dan langsung begitu saja menuduh.

BACA JUGA: Mereka yang Gugur di Tengah Pesta Demokrasi 

“Potensi kecurangan. Ingat loh. Kita tidak melihat sendiri itu curang. Ada potensi kecurangan, potensi ini diasumsikan berdasarkan ini (contoh). Kemudian asumsi ini diuji benar atau tidak,” kata Emil.

Untuk berbagai situs yang menyalah gunakan pemilu ini dirasa Emil hanya bisa menjadi pertimbangan. Karena, validitas harus diperoleh dengan berbagai macam referensi.

Nggak gampang cari kebenaran. Karena mencari kebenaran itu proses yang juga kompleks. Maka, jangan merasa kita ini yang paling benar. Jadi, ayo kita tabayyun,” pungkasnya.

Baca Juga

loading...