JKSN: Waspadai Pihak yang Ingin Mendelegitimasi KPU

Baehaqi Almutoif

Sabtu, 20 April 2019 - 19:50

JATIMNET.COM, Surabaya - Sekretaris Jenderal Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) KH Zahrul Azhar Asad angkat bicara terkait memanasnya situasi politik pasca pemilu 2019 berlangsung. Ia khawatir ada pihak yang berusaha mendelegitimasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan tidak percaya kinerjanya.

"Jangan sampai ada yang merasa over acting melebihi kapasitasnya, sehingga kesannya justru akan mendelegitimasi hasil yang diputuskan oleh KPU," ujar Gus Hans, begitu KH Zahrul Azhar Asad disapa, saat memberi keterangan pers di posko JKSN Jalan Diponegoro Surabaya, Sabtu 20 April 2019.

Pengasuh Ponpes Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang itu menyebut, pihaknya khawatir yang mendelegitimasi justru bukan datang dari Pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) maupun tim suksesnya. Melainkan orang yang ingin merusak sistem demokrasi di Indonesia.

BACA JUGA: Mereka yang Gugur di Tengah Pesta Demokrasi 

Karenanya Gus Hans meminta semua pihak mewaspadai gerakan pembatalan hasil kerja KPU ini. "Waspadalah bagi semua masyarakat di Indonesia, jika ada orang yang sedang mendeligitimasi KPU, dan hasil kerjanya, bisa jadi itu dilakukan bukan dari orang (paslon Capres dan Cawapres) 01 dan 02," urainya.

Sementara itu, Ketua Umum JKSN M Roziqi mengimbau agar seluruh masyarakat, kiai, santri, bu nyai tidak terbawa opini serta opini yang menyesatkan. Pihaknya mengajak seluruhnya supaya tidak cepat percaya dan mudah menyimpulkan.

Mantan ketua tim sukses Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak di Pilgub 2018 itu mengajak semua bersabar menunggu hasil penghitungan KPU.

BACA JUGA: Menkominfo Sebut KPU Terima Banyak Serangan Hoaks

"KPU adalah lembaga resmi negara yang ditugasi menyelenggarakan pemilu. Kami yakin dan percaya kepada KPU," kata Roziqi.

Dirinya mengingatkan kepada semua pihak tetap menjaga stabilitas politik. Sudah saatnya kedua belah pihak kembali bersatu. Perbedaan pilihan di Pilres jangan sampai merusak hubungan antar anak bangsa. Konstelasi politik telah usai, saatnya kembali bersatu. "Mari kita tinggalkan Pilpres," tuturnya.

Sekadar diketahui, JKSN merupakan tim sukses pasangan Capres dan Cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin. JKSN lebih intens memenangkan paslon nomor urut 01 di Jawa Timur dan sejumlah kantong-kantong pekerja migran Indonesia di luar negeri.

Baca Juga

loading...