Inilah Kepala Daerah Terkaya di Jawa Timur

Anang Zakaria

Reporter

Anang Zakaria

Kamis, 22 November 2018 - 07:21

SIAPA kepala daerah dan wakil kepala daerah terkaya se-Jawa Timur? Pertanyaan itu mendadak muncul di sela obrolan ringan di ruang redaksi Jatimnet.com sebulanan lalu. Sederhana dan nyeplos begitu saja meski tak mudah mencari jawabannya.

Apa lagi untuk media yang baru berdiri seperti kami. Tantangan terberat adalah menyisihkan waktu di tengah rutinitas berita harian. Sementara reporter jatuh-bangun mengejar peristiwa di lapangan, editor di kantor dituntut teratur menyuguhkan berita pada pembaca.

Di sela keterbatasan itu, berbekal dokumen laporan harta kekayaan penyelenggara negara yang disediakan di laman Komisi Pemberantasan Korupsi, kami mencari jawaban.

Mula-mula kami me-list nama kepala daerah dan wakilnya. Ada 29 kabupaten dan 9 kota di Jatim. Artinya ada 38 daerah dengan 76 kepala-wakil kepala daerah. 19 pasangan terpilih melalui Pilkada 2015, satu pasangan melalui Pilkada 2017, dan 17 pasangan melalui Pilkada 2018.

Satu Kabupaten, Sampang, sebenarnya masuk dalam daftar daerah yang menggelar Pilkada 2018. Tapi hingga kini, belum ada pasangan terpilih karena Mahkamah Konstitusi memerintahkan pemungutan suara ulang pada 27 Oktober 2018.

Dari 17 kepala-wakil kepala daerah terpilih pada Pilkada 2018, Gubernur Soekarwo telah melantik 13 pasangan. 12 dilantik di gedung Grahadi Surabaya pada Senin 24 September 2018 dan pun satu pasangan, dari Kabupaten Tulungangung, dilantik di Kantor Kementerian Dalam Negeri Jakarta pada Selasa 25 September 2018. Itu lantaran bupati Tulungagung terpilih Syahri Mulyo berstatus tahanan komisi anti rasuah.

Pas, 76 nama kepala daerah beserta wakilnya sudah di tangan. Termasuk bupati Sampang demisioner, Fannan Habib, dan wakilnya, Fadhilah Budiono. Berikutnya kami merunut LHKPN mereka di situs KPK. Satu per satu, tahun per tahun yang ada.

Hasilnya, ada kepala atau wakil kepala daerah yang baru sekali melaporkan harta kekayaan. Tapi ada pula yang melaporkan hingga delapan kali. Seluruhnya terbentang dari 3 Mei 2001 hingga 16 Januari 2018.

Mereka yang melaporkan harta sekali, umumnya “pendatang baru”. Meski label itu tak sepenuhnya tepat. Pasangan Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron dan wakilnya, Mohni, misalnya. Kami hanya menemukan satu periode pelaporan; Abdul Latif pada 8 Januari 2018 dan Mohni pada 31 Desember 2017, menjelang pencalonan.

Dalam birokrasi pemerintahan, nama keduanya sebenarnya bukan nama yang asing. Sebelum pencalonan, Abdul Latif –saudara mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin- adalah Wakil Ketua DPRD Bangkalan. Ada pun Mohni, Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan.

Contoh lain, Wakil Wali Kota Madiun Armaya. Kami tak menemukan sama sekali dokumen harta kekayaannya.

Armaya naik menjadi wakil wali kota pada Agustus 2017, beberapa waktu setelah Wali Kota Bambang Irianto terjerat kasus korupsi. Sementara wakil wali kota Sugeng Rismiyanto naik jadi wali kota, menurut pemberitaan Kompas.com 28 Agustus 2017, Armaya –adik kandung Bambang- menempati posisi Sugeng melalui proses voting di DPRD Kota Madiun.

Mengutip pemberitaan media yang sama pada 3 Agustus 2018, Armaya kini mengundurkan diri dari jabatan wakil wali kota Madiun.

Dengan 75 nama yang tersisa itu kami me-rangking harta kekayaan kepala-wakil kepala daerah terkaya se-Jatim. Dan berikut dua terbesar di antaranya, dengan harta kekayaan di atas Rp 70 miliar.

Posisi pertama ditempati Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat. Novi dilantik menjadi bupati oleh Gubernur Soekarwo pada Senin 24 September 2018. Dalam Pilkada 2018, dengan dukungan Hanura, PKB, dan PDI Perjuangan, Novi meraup 54,73 persen dari total suara pemilih.

Lelaki kelahiran 2 April 1980 itu tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp 94,1 miliar per 7 Januari 2018. Harta itu, di antaranya berupa tanah di Malang, Nganjuk, Kediri, Jombang Surabaya, hingga Kotawaringin senilai Rp 48,9 miliar. Harta lainnya, surat berharga senilai Rp 29 miliar dan kas sebesar Rp 23 miliar.

Novi dikenal sosok pengusaha sukses sejak usia muda. Sesuai keterangan yang dipetik dari laman Yayasan Mar’atin, Novi mengawali bisnisnya dengan mendirikan Koperasi Simpan Usaha Kembang Wijaya Kusuma di Kediri. Lalu, ia mengembangkan bisnisnya PT Putra Mandiri dengan cabang real estate, plastik, dan migas. Ia juga mengembangkan bisnis perbankan, BPR Tunas Jaya Raya Abadi Group. Bank ini terdaftar sebagai 20 BPR besar di Indonesia.

Mar’atin adalah yayasan yang didirikan Imam Mukhayat Syah, ayah Novi. Di yayasan yang bergerak di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan itu Novi tercatat sebagai wakil pembina.

Posisi kedua ditempati Wakil Bupati Lamongan (periode 2016-2021) Kartika Hidayati. Kartika berpasangan dengan bupati Fadeli. Dalam Pilkada 2015, pasangan ini nyaris mutlak menggaet suara pemilih. Fadeli-Kartika yang didukung delapan partai politik mengantongi 71,14 persen dari 629.540 suara sah.

Kartika, mantan anggota DPRD Jatim dua periode itu tercatat mengantongi harta kekayaan sebesar Rp 73,8 miliar per 15 Juni 2015. Jumlah kekayaannya meningkat hampir empat kali lipat dalam waktu lima tahun. Saat menjabat sebagai legislator Jatim periode 2009-2014, Kartika mencatatkan kekayaan sebesar Rp 15,1 miliar per 20 Februari 2010.

Dari perbandingan dua LHKPN miliknya, kami mengetahui penambahan harta Kartika terbesar berasal dari penambahan nilai dan jumlah aset tak bergerak, serta industri pengolahan ikan dan kayu. Harta tak bergerak; di antaranya tanah, bertambah nilai dan jumlahnya dari Rp 11 miliar menjadi Rp 29,4 miliar.

Jumlah harta bergeraknya pun bertambah dari Rp 756 juta menjadi Rp 6,4 miliar. Harta itu terdiri dari kendaraan, mesin sawmill, serta kapal SPOB mini tangker seharga Rp 3,5 miliar. Tapi penambahan terbesar datang dari sektor usaha di bidang perikanan dan kayu, dari Rp 3,2 miliar menjadi 37,7 miliar.

BACA JUGA: Berikut Daftar Kekayaan Kepala Daerah di Jatim

Baca Juga

loading...