Ini Jawaban Lion Air Atas Insiden Keterlambatan Pesawat

Rochman Arief

Reporter

Rochman Arief

Kamis, 8 November 2018 - 15:57

JATIMNET.COM, Jakarta – Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro sudah menemukan penyebab keterlambatan pesawat rute Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu 7 November 2018.

Pesawat dengan nomor penerbangan JT 633 dan nomor registrasi PK-LGY disebabkan kesalahan arahan dari petugas Aircraft Movement Control (AMC) Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Bengkulu.

"Dalam pergerakannya (pesawat) telah mengikuti panduan dan petunjuk serta tanda dari personel AMC. Namun pada saat terjadi pergerakan lekukan ujung sayap menyenggol tiang koordinat," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis 8 November 2018.

Dia menambahkan pilot telah menggerakkan pesawat sesuai dengan panduan dan petunjuk serta tanda yang diberikan petugas AMC. Berdasarkan dokumen resmi yang diterima Lion Air, personel AMC Bandara Fatmawati Soekarno telah permintaan maaf kepada seluruh penumpang Lion Air nomor JT-633 atas keterlambatan terbang.

"Dalam dokumen resmi tersebut, sesuai pernyataan personel AMC dimana pesawat mengalami kerusakan pada ujung sayap (wingtip) setelah menabrak tiang parking stand nomor 3 pada saat taxi out menuju landas hubung (taxiway) A pukul 18.28 WIB," jelasnya.

Pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LGY yang sedianya lepas landas pukul 18.20 WIB dari Bengkulu dibatalkan keberangkatannya.

Lion menyampaikan kronologis kejadian bahwa ketika pesawat bergerak menuju landas pacu (runway) ternyata ujung sayap menyenggol tiang lampu koordinat landas parkir (apron) bandara, sehingga mengalami kerusakan.

Seperti diberitakan sebelumnya, penerbangan JT-633 mengangkut tujuh kru pesawat dan 143 penumpang telah diberangkatkan menggunakan pesawat registrasi PK-LHM serta kru yang berbeda. Pesawat mengudara pukul 22.48 WIB dari Bengkulu dan sudah mendarat di Soekarno-Hatta, Tangerang pukul 23.50 WIB, Rabu 7 November 2018. (ant)

Baca Juga

loading...