Inflasi Bahan Pokok Diprediksi Tidak Terlalu Tinggi saat Ramadhan

Baehaqi Almutoif

Rabu, 24 April 2019 - 09:02

JATIMNET.COM, Surabaya - Kepala Disperindag Jawa Timur Drajat Irawan optimis inflasi sektor bahan pokok tidak terlalu tinggi hingga Ramadhan. Pergerakan harga kebutuhan pokok pasca Pemilu dan jelang Ramadhan juga relatif stabil.  

"Inflasi ada transportasi dan lain-lain. Kalau dari bahan pokok Insya Allah mudah-mudahan kalau melihat yang saat ini aman," ujar Drajat ditemui di kantornya, Selasa 23 April 2019.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur per Maret 2019 menyebutkan inflasi pada poin 0,16 persen. Tiga bahan pokok yang mengalami kenaikan antara lain bawang putih 24,69 persen, bawang merah 14,66 persen, dan gula pasir 2,15 persen.

BACA JUGA: BI Pantau Dampak Tingginya Harga Tiket Pesawat ke Inflasi

Dari tiga komoditi itu, Drajat memastikan saat ini sudah mulai berangsur stabil. Bawang putih yang sempat melonjak menyentuh Rp 43 ribu per kilogram untuk jenis kating, dan Rp 31 ribu jenis sinco berangsur turun setelah dilakukan operasi pasar.

"Ada operasi pasar, terutama yang ada pergerakan agak naik misalkan bawang putih. Operasi pasar digelar di sejumlah kota, seperti Malang, Surabaya, Jember, Sumenep, Kediri," kata Drajat.

Sementara untuk bahan pokok lain, Drajat menyebut, data per 23 April 2019 masih dalam kondisi normal. Beras misalkan, jenis bengawan Rp 11.200 per kg, beras mentik Rp 10.900 per kg, beras R4 Rp 9.300 per kg.

Kemudian daging sapi Rp 107 ribu per kg, daging ayam Rp 30.900 per kg, telur ayam Rp 22 ribu per kg, dan bawang merah Rp 36 ribu per kg. Lalu untuk cabe kriting Rp 23 ribu per kg, cabe besar biasa Rp 33 ribu per kg, dan cabe rawit Rp 23 ribu.

BACA JUGA: Laju Inflasi Jatim Masih dalam Koridor Makro Ekonomi

Sedangkan gula pasir Rp 7 rb per kg, tepung Rp 8 ribu per kg, dan minyak goreng curah Rp 10.300 per liter. "Kita lihat nanti. Ini masih datar-datar saja pergerakannya. Nanti kalau ada kenaikan harga, kita adakan operasi pasar," tuturnya.

Drajat berharap inflasi yang terjadi tidak terlalu tinggi, meski agenda politik berdekatan dengan Ramadhan dan Lebaran. "Kebetulan iklimnya sedang bagus. Semua (panen) sedang bagus," kata Drajat.

Sebagai perbandingan, pada Ramadhan dan Lebaran tahun lalu, atau per Juni 2018 data BPS Jawa Timur menyebut inflasi secara menyeluruh tidak terlalu tinggi yakni 0,42 persen. Tiga komoditi yang saat itu inflasi, daging ayam ras sebesar 8,22 persen, daging ayam kampung 7,22 persen, dan daging sapi 2,06 persen.

Baca Juga

loading...