Impor Biji-bijian Meningkat 91 Persen

Baehaqi Almutoif

Selasa, 16 April 2019 - 13:56

JATIMNET.COM, Surabaya – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat sepanjang Maret impor Jawa Timur tumbuh 1,11 persen dibandingkan dengan realisasi bulan  Februari.

Kepala BPS Jawa Timur Teguh Pramono mengatakan bahwa kenaikan impor dipicu meningkatnya barang konsumsi yang masuk. Dua komoditi dari sepuluh besar terpantau naik cukup tinggi, yaitu gandum-ganduman atau biji-bijian (terdiri atas gandum, jagung dan kedelai) dan buah.

“Gandum-ganduman peningkatan impornya cukup tinggi , yakni mencapai 91,97 persen. Dari 77,62 juta dollar Amerika Serikat menjadi 149,01 juta dollar AS. Sedangkan buah-buahan naik 40,25 persen, dari 38,25 juta dolar AS menjadi 53,61 juta dolar AS,” kata Teguh, Senin 15 April 2019.

BACA JUGA: Pertanian dan Industri Topang Ekspor Jatim Maret 2019

Ia menduga, naiknya permintaan gandum disebabkan banyaknya barang yang tersedot ke pasar. Sehingga membuat produsen makanan olahan membutuhkan komoditi gandum-ganduman dalam jumlah yang lebih besar.

“Saya rasa kalau meningkat karena mendekati lebaran tidak ya. Kalau baru impor sekarang sudah terlambat. Untuk kebutuhan Lebaran sudah harus dilakukan bulan-bulan sebelumnya,” ungkap Teguh.

Meski naik cukup tinggi secara persentase, namun perannya tidak terlalu besar. Impor gandum-ganduman relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan baja dan besi. Catatan BPS bulan sebelumnya tercatat 160,8 juta dolar AS, atau berperan 10,68 persen terhadap impor Jawa Timur.

BACA JUGA: Harga Perhiasan Jatuh, Pengaruhi Nilai Ekspor Maret

“Gandum-ganduman naik 72 juta dolar AS, buah-buahan naik 15 juta dolar AS. Kemudian besi dan baja itu kenaikannya capai 51 juta dolar AS,” tuturnya.

Kendati naik 1,11 persen, namun Teguh menyampaikan bahwa neraca perdagangan Jawa Timur masih surplus 34,02 juta dolar AS pada Maret. Ekspor Jatim tercatat 1,81 milliar dolar AS, sedangkan impor 1,77 milliar dolar AS.

Kinerja ekspor Jawa Timur sepanjang Maret ditopang sektor barang industri dan produk pertanian. Sedangkan negara tujuan ekspor terbesar masih Malaysia dan Singapura, disusul Vietnam dan negara-negara uni Eropa.

Baca Juga

loading...