Hoaks Penculikan Picu Kerusuhan di Prancis

Nani Mashita

Kamis, 28 Maret 2019 - 11:46

JATIMNET.COM, Surabaya - Sebuah kabar bohong yang menyebut komunitas Roma menculik anak-anak menyebabkan kerusuhan di Paris, Prancis, Senin 25 Maret 2019. Sebanyak 20 orang ditahan setelah kerusuhan itu.
 
Berita bohong alias hoaks yang menyebar itu menyebutkan bahwa komunitas Roma menggunakan van putih berkeliling di sekitar Nanterre dan Colombes, kemudian berusaha menculik anak-anak. Informasi ini disebarkan melalui Snapchat dan Facebook.

Sebanyak 20 orang, termasuk dua anak di bawah umur, telah ditangkap atas tuduhan kekerasan, pembakaran dan mengambil bagian dalam serangan kelompok-kelompok bersenjata. Kerusuhan terjadi di Bobigny dan Clichy-sous-Bois, serta pinggiran kota di timur laut Paris.

BACA JUGA: Honorer Sebarkan Hoaks Bupati Sampang Mobilisasi Kades Dukung Jokowi

Tidak ada laporan korban cedera dalam kerusuhan itu. Dalam sebuah tweet, polisi Prancis menyerukan agar masyarakat tenang dan tidak terpancing kabar hoaks, seperti dilansir dari cnn.com, Kamis 28 Maret 2019.

"Rumor soal penculikan dengan menggunakan van ini sangat tidak berdasar. Tidak ada penculikan yang terbukti. Jangan membagikan informasi salah, jangan menghasut kekerasan," cuit polisi Prancis di akun @prefpolice sembari memberi stempel 'Fake News'.

Juru bicara pemerintah Benjamin Griveaux mengatakan undang-undang Prancis harus diubah untuk menangani jenis kekerasan yang disebabkan platform media sosial.

BACA JUGA: Menkominfo Ajak Pekerja Media Perangi Hoaks

"Gosip semacam ini menyebar dengan cara yang sangat viral dan sangat terorganisir di media sosial, menghasilkan stigmatisasi komunitas  dan kekerasan dalam bentuk terburuk dari bentuknya," katanya.

Di bawah hukum Prancis, menyebarkan desas-desus palsu dapat dihukum dengan denda Rp 700 juta hingga Rp 2 miliar lebih. Tahun lalu, Prancis mengadopsi undang-undang yang memungkinkan hakim meminta menurunkan berita hoaks dari internet. Tetapi aturan ini hanya berlaku untuk kampanye pemilu.

Penyebaran berita palsu dan hoaks di media sosial adalah masalah yang ada di dunia. Dalam enam minggu pada tahun 2018, selusin orang di India digantung tanpa sidang, akibat isu penculikan anak yang disebarkan melalui platform WhatsApp.

Baca Juga

loading...