Senin, 22 June 2026 02:30 UTC

Anggota DPRD Jawa Timur Sumardi (dua dari kiri) saat foto bersama dengan jajaran pemerintahan desa dan Forkompimcam Bareng dan peserta kirab tumpeng di Kabupaten Jombang, Sabtu, 20 Juni 2026. Foto: Karina.
JATIMNET.COM, Jombang – Tradisi Kirab Tumpeng Slamet Grebeg Suro di Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang mendapat perhatian khusus dari anggota DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) Sumardi.
Saat menghadiri event yang digelar kali kedua sejak tahun lalu ini, Sumardi menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya lokal di daerah.
Politikus dari Partai Golkar ini menilai, pelaksanaan tradisi kirab tumpeng tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Namun, simbol kuat gotong royong, kebersamaan, dan identitas budaya masyarakat yang harus terus dijaga.
“Tradisi seperti ini adalah kekuatan sosial yang tidak boleh hilang. Di dalamnya ada nilai kebersamaan, spiritualitas, dan kearifan lokal yang menjadi ciri khas masyarakat Jawa Timur,” ujarnya saat menghadiri kegiatan tersebut, Sabtu, 20 Juni 2026.
Legislator asal Daerah Pemilihan Kabupaten Jombang, Kabupaten/Kota Mojokerto ini juga menekankan bahwa pengembangan dan pelestarian budaya perlu mendapat perhatian semua pihak.
Tidak terkecuali dukungan dari pemerintah daerah, termasuk legislatif agar kirab tumpeng dapat terus berkembang dan menjadi agenda rutin yang lebih terstruktur serta berkelanjutan.
Gunungan sayur mayor yang merupakan hasil petani lokal saat ikut menyemarakkan Kirab Tumpeng Slamet Grebeg Suro di Desa Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Sabtu, 20 Juni 2026.
Menurut Sumardi, pelibatan generasi muda dalam setiap pelaksanaan kirab menjadi kunci agar tradisi tidak tergerus modernisasi.
Oleh karena itu, ia mendorong agar kegiatan budaya tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga ruang edukasi bagi masyarakat.
Kehadiran Sumardi dalam kirab tersebut turut memperkuat pesan bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk wakil rakyat di tingkat provinsi.
Selain Sumardi, kegiatan ini juga dihadiri unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta aparat keamanan yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kirab. Sinergi lintas sektor ini dinilai menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan tradisi.
Kirab Tumpeng Slamet Grebeg Suro yang kini memasuki tahun penyelenggaraan kedua tersebut diharapkan dapat terus berkembang menjadi agenda budaya unggulan di Kecamatan Bareng. Hal ini sekaligus memperkuat citra Jombang sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan kearifan lokal.
Sementara itu, dalam pelaksanaan Kirab Tumpeng Slamet Grebeg Suro menarik perhatian warga. Mereka tumpah ruah memadati jalanan Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng.
Acara yang sarat nilai budaya ini kembali berhasil menyedot perhatian masyarakat dari berbagai penjuru wilayah.
Suasana kirab semakin semarak dengan iring-iringan tumpeng yang dihias penuh kreativitas, diiringi antusiasme warga yang memadati sepanjang rute yang dilalui.
