Senin, 13 March 2023 00:20 UTC

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama K.H.R. Ahmad Azaim Ibrahimy dan Bupati Situbondo Karna Suswandi, saat meresmikan aula pondok pesantren Salafiyah-Syafi'iyah Sukorejo, Minggu, 12 Maret 2023. Foto: Hozaini
JATIMNET.COM, Situbondo- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansah berkunjung ke pondok pesantren Salafiyah-Syafi'iyah Sukorejo, Kabupaten Situbondo, Minggu sore, 12 Maret 2023. Khofifah resmikan auditorium sebagai salah satu pusat keilmuan di pondok pesantren Sukorejo.
“Terima kasih selama ini Ponpes Sukorejo selalu intensif membangun sinergi dengan kami di Pemprov Jatim,” ujar Khofifah saat memberikan sambutan.
Menurut Khofifah, Pemprov Jatim memiliki program “Nawa Bhakti Setya”. Salah satu program Nawa Bhakti Setya yaitu “Jatim Berkah” dan di dalamnya ada beasiswa serta bantuan sarana infrastruktur bagi pondok pesantren.
“Ini bentuk ikhtiar kami memberikan layanan publik dan berharap berkah dari pondok pesantren. Kami juga sedang fokus memberikan pelayanan publik bagi masyarakat kepulauan seperti aliran listrik dan pembangunan pelabuhan,” ujarnya.
Jawa Timur memiliki 22 pulau dan 18 diantaranya sudah mendapatkan layanan listrik. Dalam waktu dekat ada empat pulau akan segera diresmikan pembangunan listrik yang sudah tersambung dengan power baterai.
“Bulan Juni ini aka nada empat pulau yang akan kami resmikan lagi. Mohon doanya semoga apa yang kami ikhtiarkan memberikan manfaat untuk masyarakat Jatim,” pungkasnya.
Sementara, Pengasuh pondok pesantren Salafiyah-Syafiiyah Sukorejo, K.H.R. Ahmad Azaim Ibrahimy menyampaikan apresiasi dan terima kasih karena selama ini Pemprov Jatim ikut memperhatikan kebutuhan sarana dan prasarana pondok pesantren.
“Dulu waktu bu Gubernur berkunjung kesini di masa pandemi dan auditorium ini masih dibangun. Sekarang beliau hadir lagi untuk meresmikannya. Auditorium ini bisa menampung puluhan ribu orang ini dan mudah-mudahan menjadi pusat keilmuan di pondok pesantren,” kata Kiai Azaim.
Dikatakan, peresmian auditorium juga bersamaan dengan hari ulang tahun ponpes Sukorejo ke 109. Di Usianya yang sudah satu abad lebih ini pondok pesantren Sukorejo memiliki santri berjumlah 17 ribuan putra dan putri. Belasan ribu santri itu berasal dari berbagai daerah di tanah air. Ada juga santri berasal dari Thailand dan Suriah.
Setiap tahunnya pondok pesantren Sukorejo menerima 3 ribuan santri baru. Sedangkan santri yang berhenti mondok berkisar 1.000-1.500 orang setiap tahunnya. Oleh karena itu, pemenuhan infrastruktur pendukung di pondok pesantren menjadi keharusan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar santri.
“Alhamdulillah pondok ini masih dipercaya masyarakat dan tak kurang 3 ribuan setiap tahunnya santri baru. Karena lebih banyak santri masuk dibandingkan yang keluar, maka pemenuhan sarana dan prasarana menjadi kebutuhan. Terima kasih kepada semua pihak yang turut mendukung dan bekerjasama untuk pondok pesantren kami,” ujar Kiai Azaim.
