Gelombang Laut di Selat Bali Robohkan Lima Warung

Ahmad Suudi

Senin, 3 Juni 2019 - 19:28

JATIMNET.COM, Banyuwangi – Ombak besar Selat Bali merobohkan lima warung di destinasi wisata Pantai Watu Dodol, Senin 3 Juni 2019. Ombak yang diperkirakan setinggi tiga hingga empat meter itu mengempas tanggul pembatas hingga naik dan menghantam warung warga.

Dalam laporan yang masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, kejadian berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB hingga siang hari. Semua penghuni warung di Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, selamat. Namun kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta rupiah.

“Ombak menerjang bangunan warung dan penahan ombak,” kata Mardi, salah satu pemilik warung, dalam laporan itu.

BACA JUGA: Sensasi Pijatan di Atas Kapal Penyeberangan Selat Bali

Abdul Aziz ketua kelompok pengelola destinasi Grand Watu Dodol (GWD) saat dikonfirmasi mengatakan ombak tinggi sudah terjadi sejak lima hari lalu. Namun ombak setinggi dua hingga tiga meter sudah biasa dijumpai warga di sekitar Selat Bali.

“Gelombang tinggi terjadi saat air mau pasang. Hari ini pasang sekitar pukul 08.00 WIB,” kata Aziz.

GWD berada di utara Patung Gandrung selamat datang, sedangkan warung yang roboh diterjang ombak berada di selatan patung ikon Kota Banyuwangi tersebut. Aziz menjelaskan ombak cenderung lebih tinggi di bagian selatan patung.

Saat ombak membentur tanggul penahan, justru air bisa naik lebih tinggi. Dia mengatakan destinasi Pantai Cacalan juga mengalami kerusakan fasilitas wisata karena dihantam ombak tinggi.

BACA JUGA: Satu Juta Lebih Kendaraan Keluar-Masuk Pulau Jawa

“Sore ini sudah enak (kondisi laut). Ombak terlihat besar saat mau pasang saja,” ujar Aziz.

Sementara itu, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Ketapang mengatakan penyeberangan Selat Bali masih berjalan meski terjadi ombak tinggi. Puncak tertinggi arus mudik di penyeberangan Selat Bali diperkirakan terjadi malam ini.

“Hari ini tidak ada pembatalan atau penundaan penyeberangan karena gelombang. Penyeberangan masih normal,” kata Shandi Untung, humas PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang.

Adapun informasi cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan tinggi gelombang Selat Bali pada umumnya 0,3 hingga 1,3 meter.

Baca Juga

loading...