Film Penyintas Kekerasan Seksual Keliling Tiga Negara

Dyah Ayu Pitaloka
Dyah Ayu Pitaloka

Kamis, 7 Maret 2019 - 13:53

JATIMNET.COM, Surabaya – Film tentang penyintas kekerasan seksual karya sutradara Indonesia “27 Steps of May”  berhasil menembus tiga festival film di India, Mesir dan Kamboja.

Film yang sarat prestasi ini tayang perdana di Busan International Film Festival pada 2018.

“Dua Pemutaran di Biffes dipenuhi penonton. Setelah pemutaran, reaksi penonton sangat positif banget. Pas sesi tanya jawab ada seorang penonton yang merupakan penyintas perkosaan. Dia khusus bilang terima kasih karena apa yang dia rasakan, benar-benar diwakilkan oleh film ini,” ujar Wilza Lubis Kamis 7 Maret 2019.

Pemutaran pertama dari tiga festival itu diawali di Bengaluru International Film Festival (Biffes) ke 11 di India  akhir Februari lalu.

BACA JUGA: Fiksi Kuliner Indonesia Membuka Festival Film di Belanda

Setelah dari Bengaluru, India, May akan melanjutkan perjalanannya ke Mesir untuk diputar dalam Mar Sharm El Sheikh Asian Film Festival (SAFF) ketiga pada awal Maret ini.

Dalam SAFF, "27 Steps of May" akan berkompetisi dengan 57 film lainnya dari 26 negara Asia untuk memenangkan sembilan penghargaan. Rangkaian SAFF yang diisi dengan pemutaran, seminar, dan workshop diadakan pada 2-8 Maret 2019.

Selanjutnya, film berdurasi 112 menit ini juga akan diputar di Cambodia International Film Festival (CIFF) yang diselenggarakan selama enam hari penuh dari 9-14 Maret 2019.

CIFF menghadirkan film dari 37 negara dengan lebih dari 135 judul film dari semua benua, termasuk film pendek, film layar lebar, dokumenter, dan animasi.

BACA JUGA: Film Super Hero Perempuan Captain Marvel Tayang Hari Ini

Film karya Ravi Bharwani yang dibintangi oleh Raihaanun, Lukman Sardi, Ario Bayu, dan Verdi Solaiman ini berkisah tentang seorang perempuan 14 tahun bernama May (Raihaanun) yang diperkosa oleh sekelompok orang.

Ayah May (Lukman Sardi) sangat terpukul dan menyalahkan dirinya sendiri karena tidak dapat menjaga anaknya.

Akibat trauma yang sangat mendalam, May menarik diri sepenuhnya dari kehidupan. May menjalani hidupnya tanpa koneksi, emosi, dan kata-kata.

Di depan May, Ayahnya merupakan karakter lembut yang mengorbankan segalanya untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan bagi anaknya.

BACA JUGA: Aktris Veteran Prancis Perankan Film Bertema Radikalisasi Islam

Di luar rumah, di atas ring tinju, dia adalah petinju yang bertarung untuk menyalurkan amarahnya.

May dan Ayahnya telah hidup seperti itu selama delapan tahun. Tapi semua berubah ketika May bertemu dengan seorang pesulap (Ario Bayu) melalui celah kecil di dinding kamarnya.

Pesulap mampu membangkitkan rasa penasaran May sekaligus emosinya. Dia menjadi cukup berani untuk mencari dan menghadapi perasaan, sensasi, dan ingatannya yang hilang. Dengan bantuan Pesulap, May berani membebaskan dirinya dan keluar dari trauma masa lalu. (Ant)

Baca Juga

loading...