Ferrari Janji Bangkit di Grand Prix Azerbaijan

Rochman Arief

Selasa, 23 April 2019 - 19:37

JATIMNET.COM, Surabaya – Awal Grand Prix Formula 1 tahun 2019 adalah musim yang buram bagi Ferrari. Dari tiga kali penyelenggaraan, mereka gagal menandingi kecepatan Mercedes yang mengusai tiga seri pembuka.

Chief Ferrari Mattia Binotto mengatakan balapan seri keempat di Baku, Azerbaijan dijadikan momentum untuk bangkit. Baku diharapkan sebagai pintu sebelum melanjutkan balapan di Eropa.

Ferrari gagal menjadi pentantang serius bagi Mercedes di awal musim. Kemenangan Mercedes di Australia dan Cina menjadi bukti. Sementara hasil di Bahrain lebih disebabkan kondisi mesin yang tidak “sehat”. Dampaknya kemenangan yang sudah di depan mata, dicuri Lewis Hamilton disusul rekannya, Valteri Bottas (Mercedes).

BACA JUGA: Frustrasinya Ferrari, Bahagianya Mercedes

“Melihat hasil tiga putaran terakhir ini tidak berjalan seperti yang kami harapkan. GP (Baku) ini adalah momen penting untuk bangkit,” kata Binotto jelang balapan di Baku akhir pekan ini, seperti dikutip Crash.net, Selasa 23 April 2019.

Tim berjuluk Kuda Jingkrak itu mengaku telah mempersiapkan beberapa hal, termasuk melakukan analisa dari tiga balapan. Binotto mengaku sudah mengantongi beberapa hal yang perlu dianalisa dan evaluasi.

“Baku memiliki fitur straight yang sangat panjang, yang menempatkan tuntutan khusus pada mesin, baik bagian pembakaran internal maupun elemen hybrid,” ungkap Binotto.

BACA JUGA: Charles Leclerc Kecewa Gagal Menang di Bahrain

Menurutnya, Baku memiliki peluang untuk menyalip kompetitor jauh lebih mudah dibanding tiga sirkuit sebelumnya. Sebab sebagian karena drag reduction system (DRS), memiliki efek yang lebih besar daripada musim sebelumnya.

Selain itu, permukaan lintasan di Sirkuit Baku sangat halus. Hal ini memungkinkan keausan ban jauh lebih rendah. Namun menurut Binotto, ban akan menghasilkan lebih sedikit energi, sedikit sulit mendapatkan berada dalam kisaran suhu kerja yang tepat.

“Kami tahu dari pengalaman sebelumnya, bahwa ada kemungkinan besar safety car muncul di trek, dan karenanya merupakan aspek penting untuk dipertimbangkan ketika melihat strategi balapan,” lanjut pria berdarah Swiss itu.

Baca Juga

loading...