Selasa, 06 November 2018 11:07 UTC

Ilustrasi.
JATIMNET.COM, Ambon – Pemerintah Provinsi Maluku telah mencatat ekspor ikan kerapu hidup ke Hong Kong senilai 1,1 juta dolar Amerika Serikat dari total ekspor ikan yang mencapai 7 juta dolar AS ke seluruh negara.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku, Elvis Patiselano menjelaskan ekspor ikan kerapu hidup selama ini sudah berjalan lima kali ke Hong Kong. Sedangkan tujuan ekspor lain selain Hong Kong adalah Vietnam, Jepang, Amerika Serikat (AS), dan Cina.
“Khusus realisasi ekspor ikan kerapu hidup ke Hong Kong baru berjalan lima kali, tetapi nilainya lebih besar," katanya, Selasa 6 November 2018.
Dia menambahkan bahwa ekspor ikan kerapu sudah berjalan sejak Februari hingga Oktober 2018. Sepanjang delapan bulan kegiatan ekspor ikan kerapu tersebut sempat mengalami penurunan di bulan Juli dan Agustus dan kembali meningkat setelahnya.
Berdasarkan informasi dari para pengusaha ekspor, saat ini adalah musim ikan yang bisa merangsang pertumbuhan ekspor baik ikan segar ke Jepang maupun ikan olahan yang dikirim ke Amerika Serikat.
"Kita sudah hampir 140 kali melakukan ekspor dalam kurun waktu delapan bulan, dan ekspor ikan dilakukan baik dari bandara Pattimura maupun pelabuhan Yos Sudarso,” lanjut Elvis.
Meski tidak mengingat persis data volume ekspor, namun nilai ekspor Maluku sudah mencapai 7 juta dolar AS, dan ditargetkan mencapai 10 juta dolar AS hingga Desember 2018.
Berdasarkan catatan Pemprov Maluku, saat ini saja jika dibanding dengan ekspor non migas 2017, kenaikannya di atas 500 persen, karena tahun lalu ekspor non migas Maluku nilainya sekitar 100.000 dolar AS.
Sementara ekspor ikan tuna hingga kini sudah mencapai 7 juta dolar AS sehingga terjadi kenaikan luar biasa. (ant)
