Logo

Ekspor Furnitur Jatim Meningkat Kembali dan Tembus Mancanegara

Reporter:,Editor:

Rabu, 30 September 2020 03:00 UTC

Ekspor Furnitur Jatim Meningkat Kembali dan Tembus Mancanegara

Ilustrasi produk furnitur. Foto: pixabay

JATIMNET.COM, Surabaya - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur Drajat Irawan menyebutkan, industri furnitur Jatim mulai bergeliat kembali. Pencabutan kebijakan karantina oleh sejumlah negara, menjadi faktornya. 

Ekspor barang furnitur ke Amerika Serikat, Jepang, Inggris serta negara-negara di Eropa seperti Perancis, Jerman, Belanda, Belgia, dan Itali mulai melihatkan tren meningkat. 

Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tahun 2020 yang disebutkan Drajat, ekspor olahan kayu dan furnitur pada bulan Januari sebesar USD 146,21 Juta. Naik di Februari dan Maret, masing-masing USD 155,06 Juta dan USD 161,92 Juta. 

Turun di Bulan April dan Mei, yakni secara berturut-turut USD 143,31 Juta dan USD 115,86 Juta. Di Bulan Juni, mulai terlihat naik kembali di angka USD 146,36 Juta.

BACA JUGA: Furnitur dan Kerajinan Jadi Industri Prioritas Nasional

"Pada periode semester I, Januari hingga Juni 2020, nilai ekspor industri furnitur dan olahan kayu di Jatim sebesar USD 868,74 juta sedangkan nilai impor sebesar USD 45,16 juta sehingga terjadi surplus senilai USD 823,58 juta,” ujar Drajat, Selasa 29 September 2020. 

Ia optimis peluang pasar ekspor furnitur masih terbuka lebar. Mengingat masih adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina, yang bisa menjadi peluang untuk memperluas ekspansi pasar ekspor. 

Sementara, terkait konsumsi dalam negerai, Drajat mengklaim juga mulai meningkat pada masa adaptasi kebiasaan baru. Permintaan produk furnitur meningkat seiring dengan orang-orang yang lebih banyak beraktifitas di rumah. Mereka berkeinginan untuk mempercantik dan menambah fungsi rumah, sehingga mendorong peningkatan konsumsi furnitur.

BACA JUGA: Nilai Ekspor Industri Furnitur Nasional Naik 4 Persen

Drajat mengaku, Pemprov Jatim akan terus mendorong peningkatan pasar ekspor produk industri furnitur melalui layanan UPT Kayu yang berkaitan dengan pembuatan furniture, kemudian pelatihan showroom produk IKM binaan komoditas kayu serta pendampingan IKM.

"Pemprov Jatim juga melakukan promosi misi dagang produk furnitur secara daring dan luring, peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui bimbingan teknis, pengembangan desain produk furnitur yang inovatif dan marketable, perluasan pasar dengan memanfaatkan platform digital melalui e-commerce maupun media online, serta peningkatan kualitas produk melalui standarisasi produk industri, dan pengembangan sentra industri," kata dia. 

Sejauh ini, industri furnitur masih merupakan salah satu subsektor yang mendukung produk domestik regional bruto (PDRB) Jatim. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim 2020, total kontribusinya sebesar 2,89 persen dengan pertumbuhan relatif tinggi sebesar 9,73 persen dari tahun 2019. 

Drajat berharap, sektor furnitur ini bisa menopang ekonomi Jatim pasca pandemi Covid-19. Industri pengolahan kayu Jatim yang berasal dari Ngawi, Madiun, Nganjuk, Jombang, Tuban, Bojonegoro, Pasuruan, Probolinggo, Malang dan Lumajang bisa terus bergeliat.