Rabu, 24 December 2025 12:30 UTC

Ilustrasi. Gambar: careernews
JATIMNET.COM, Surabaya - Anggota DPRD Jawa Timur (Jatim) Hari Yulianto mendorong penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) maupun ekonomi kreatif (ekraf) pada tahun 2026.
Alasannya, potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang bakal menambah angka pengangguran diprediksi semakin tinggi tahun depan.
Anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim ini menilai, potensi tersebut dampak dari belum optimalnya sektor riil. Selain itu, meningkatnya upah minimum kota/kabupaten yang melatarbelakangi pihak pengusaha mengurangi tenaga kerja.
“Ini ancaman bagi tenaga kerja kita pada tahun depan,” ujar Hari, Rabu, 24 Desember 2025.
Menurut anggota Komisi E DPRD Jatim ini penguatan sektor UMKM dan ekraf menjadi tulang punggung dalam menampung tenaga kerja.
Dengan demikian, perlu formulasi khusus agar sektor usaha tersebut semakin tumbuh agar masyarakat bisa menciptakan lapangan kerja sendiri.
“Bukan hanya pemerintah yang membuka kerja. Tapi, bagaimana UMKM bisa tumbuh. Itu yang harus terus kita dorong,” tegasnya.
Penguatan UMKM, lanjutnya, bisa dimulai dari hal paling sederhana. Mulai dari usaha tradisional hingga rintisan berbasis digital. “Dari start-up, sampai UMKM klasik. Gerobak gorengan pun bisa jadi solusi,” katanya.
Hari juga menyoroti peran Generasi Z dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan ke depan. Menurutnya, dunia digital harus dimanfaatkan secara maksimal.
Platform tersebut lanjutnya diharapkan menjadi pintu masuk Gen Z untuk terlibat dalam UMKM berbasis digital, termasuk di Jawa Timur.
“Ini salah satu saran awal agar anak muda terlibat langsung. Langkah antisipatif ini dinilai penting. Pasalnya, data menunjukkan PHK masih terjadi sepanjang 2025," tegasnya.
