Selasa, 15 April 2025 01:00 UTC

Warga binaan Lapas Kelas IIB Lamongan saat menyerahkan sayuran hasil panennya kepada warga di sekitar penjara, Selasa, 15 April 2025. Foto: Lapas Lamongan
JATIMNET.COM, Lamongan – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan berhasil memanen aneka jenis sayuran yang selama ini dibudidayakannya.
Hasil panen yang meliputi kangkung, kacang panjang, sawi, labu dan berbagai jenis sayur lainnya ini ditanam warga binaan di lahan milik Lapas seluas 2 hektare. Rinciannya, 500 meter persegi atau setengah hektare di dalam dan 1,5 hektare di luar penjara.
Aneka sayuran yang dipanen itu tidak hanya diolah untuk konsumsi warga binaan. Namun, juga dibagikan kepada warga di sekitar Lapas.
BACA: Dua Napi Teroris Lapas Lamongan Ikrar Setia NKRI
Dengan berbagi sayuran diharapkan dapat meningkatkan kepedulian sosial warga binaan terhadap lingkungan di sekitarnya.
Selain itu, meningkatkan produktivitas warga binaan. Dengan bekal itu, mereka akan lebih mandiri dan dapat kembali berbaur lebih baik baik dengan masyarakat ketika selesai menjalani masa hukuman.
“Kegiatan berbagi hasil panen ini adalah bukti bahwa warga binaan juga mampu berkarya dan memberi manfaat bagi masyarakat,“ kata Kepala Lapas Kelas IIB Lamongan Heri Sulistyo, Selasa, 15 April 2025.
“Ini adalah bagian dari upaya kami dalam membina mereka menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus berkontribusi untuk lingkungan,” lanjutnya.
Heri menjelaskan, budidaya tanaman sayur dan pembagian hasil panennya kepada warga sekitar Lapas selaras dengan Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
BACA: 12 Narapidana Anak Binaan Lapas Lamongan Dapat Remisi Khusus Natal 2024
Keselarasan itu dalam penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, pemberdayaan warga binaan ini untuk mendukung akselerasi transformasi pemasyarakatan yang terus digalakkan oleh Menteri Hukum melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Lamongan menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan bermanfaat di tengah masyarakat.
Hal ini sejalan dengan semangat Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-61, yakni Transformasi Pemasyarakatan yang Berdampak Nyata.
