Sabtu, 10 January 2026 08:30 UTC

Sejumlah santri dan pelajar yang mengeluhkan pusing, mual, diare karena dugaan keracunan menu SPPG di Kabupaten Mojokerto. Foto: Karina
JATIMNET.COM, Mojokerto — Operasional satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto dihentikan sementara.
Penutupan ini dampak dari dugaan keracunan massal yang terjadi di dua pesantren, yakni Al-Hidayah dan Mahad An-Nur.
Sebanyak 152 santri maupun pelajar di dua lembaga pendidikan berbasis Islam itu diduga keracunan setelah menyantap menu soto ayam dalam program Makan Bergizi (MBG) yang disuplai SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03, Jumat, 9 Januari 2026.
Untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan itu, sampel makanan dari SPPG tersebut telah diambil dan diuji di laboratorium. Sembari menunggu hasil uji laboratorium, pemerintah daerah bersama TNI, Dinas Kesehatan, dan kepolisian tengah melakukan evaluasi menyeluruh.
BACA: Diduga Keracunan MBG, Belasan Santri Ponpes di Mojokerto Dirawat Puskesmas
Langkah ini untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang dan memastikan penyebab insiden tersebut.
Komandan Kodim (Dandim) 0815/Mojokerto Letkol Inf. Abi Suwandoyo menyatakan bahwa tindakan tegas akan dijalankan jika nantinya ditemukan adanya kelalaian maupun pelanggaran standar operasional prosedur (OP) dalam pelaksanaan MBG.
“Kalau terbukti ada kelalaian dan unsur pidana, pasti kami proses sesuai hukum,” tegasnya, Sabtu, 10 Januari 2026.
Pemerintah juga memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara optimal. Seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh pemerintah, dan posko kesehatan akan tetap dibuka hingga seluruh korban dinyatakan pulih sepenuhnya.
Hingga saat ini, aparat terkait masih melakukan pendalaman, termasuk pemeriksaan sampel makanan dan keterangan dari pihak-pihak yang terlibat. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil resmi dari proses penyelidikan.
