DPRD Kritik Pemkot Surabaya Soal Pengelolaan Pasar Tradisional

Khoirotul Lathifiyah

Sabtu, 13 April 2019 - 11:50

JATIMNET.COM, Surabaya - Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) Kota Surabaya kritik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terkait pengelolaan pasar tradisional.

Hal tersebut, karena saat ini banyak pasar tradisional yang sepi, dan tidak terawat dengan baik.

"Jadi kondisi beberapa pasar di Surabaya sangat memprihatinkan. Dan pasar ini hidup enggan mati tak mau," kata Anggota Komisi C bidang pembangunan DPRD Surabaya Vinsensius Awey, saat diwawancarai melalui telepon, Sabtu 13 April 2019.

Menurutnya, pemkot hanya bisa menghadirkan, tanpa bisa melakukan pendampingan yang baik.

BACA JUGA: Lima Toko Roti Lawas di Surabaya yang Kualitasnya Yahud

Apalagi, saat ini juga banyak pasar modern yang menyediakan sayur-sayuran, buah-buahan dan segala macam kebutuhan sehari-hari, semakin dilirik oleh masyarakat.

Awey mengungkapkan, aktivitas beberapa pasar tradisional di Surabaya tidak terlalu ramai dan menarik. Bahkan membutuhkan perhatian lebih dari Pemkot Surabaya, untuk perawatan dan kebersihannya.

"Harusnya pemkot melakukan pembinaan secara rutin. Bukan hanya sekedar merelokasikan pedagang pasar," kata pria yang lekat disapa Awey ini.

Menurutnya, jika pembinaan itu tidak ada dan aktivitas pengelolaannya pun tidak baik, akhirnya pasar-pasar tradisional seiring berjalannya waktu akan kalah dengan pasar modern.

BACA JUGA: Ini Lima Warung Bakso Legendaris di Surabaya

Ia menilai hingga saat ini pun, ia masih belum melihat adanya keseriusan Pemkot Surabaya dalam mengelola pasar-pasar yang ada di Surabaya.

“Memang tidak mudah. Ini tantangan pemkot ketika begitu banyaknya pasar-pasar modern yang dikelola dengan baik,” tegas dia.

Sementara, yang seharusnya dikelola pemkot ini seharusnya dikelola secara profesional.

Tetapi, Awey merasa pemkot lebih banyak membelanjakan anggaran dari pada menghidupkan aktivitas pasar.

BACA JUGA: Sajian Kuliner Indonesia Disuguhkan di Pesta Rakyat Portugis

"Sehingga hasilnya tidak seimbang, dalam artian pasar tradisional tetap sepi," kata dia.

Politisi asal Fraksi Nasdem ini memberikan kritik kepada pemkot untuk lebih cakap dan tepat membelanjakan APBD. Dari pada sekadar merelokasi, atau merevitalisasi pasar, tanpa pembinaan.

“Karena banyak yang tidak tersentuh, tidak dikelola dengan baik, maka saya tidak kaget lagi kalau pasar ini mati suri, perawatannya kurang bagus, bocor, saluran mampet, becek, tampak kumuh,” kata Awey.

Sementara itu, Ketua DPRD Surabaya, Armuji sempat mendesak Pemkot Surabaya untuk mewujudkan janji merevitalisasi salah satu pasar tradisional yang ditinggalkan pedagangnya, yakni Pasar Tunjungan.

BACA JUGA: Bawang Merah Probolinggo Tembus Rp 32.000 per Kilogram

Sebelumnya ada lebih dari 300 pedagang, dan kini yang tersisa bertahan tinggal lima pedagang. “Geliat ekonomi warga harus digerakkan melalui pasar-pasar begini. Kalau sekarang pasar mati, ya harus dicarikan solusi dan dihidupkan kembali,” pungkasnya.

Baca Juga

loading...