Dinkes Jatim Sebut 54 Rumah Sakit belum Terakreditasi

Baehaqi Almutoif

Minggu, 5 Mei 2019 - 10:01

JATIMNET.COM, Surabaya – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kohar Hari Santoso memastikan jumlah rumah sakit di Jawa Timur yang terakreditasi semakin meningkat.

Data per Sabtu 4 Mei 2018, jumlah rumah sakit yang belum terakreditasi tersisa 54. “Yang sudah terakreditasi 326 rumah sakit dari 380 rumah sakit,” ujar Kohar saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Sabtu 4 Mei 2019.

Akreditasi rumah sakit ini harus dilakukan sebagai syarat menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Rumah sakit diberi batasan waktu hingga tanggal 30 Juni untuk menyelesaikan akreditasi.

BACA JUGA: BPJS Sebut RS Terakreditasi Meningkat 87,8 Persen

Sisa rumah sakit yang belum akreditasi, lanjut Kohar, pihaknya terus mendorong agar segera menyelesaikan. Dinkes Jatim telah memberikan panduan kepada seluruh rumah sakit supaya memenuhi persyaratan sebelum tenggat waktu.

“Sudah kita panggil untuk menyelesaikan. Kami harap segera terselesaikan dalam waktu singkat,” Kohar mengatakan.

Sebelumnya, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyebutkan jumlah rumah sakit yang terakreditasi meningkat 87,8 persen. Menyisakan 271 rumah sakit atau 12,2 persen yang belum terakreditasi.

BACA JUGA: RS Sulit Beri Layanan Maksimal Jika tidak Terakreditasi

Sementara itu, dari jumlah rumah sakit yang terakreditasi, BPJS Kesehatan menyebut ada peningkatan. Total pada tahun 2018 hanya 67,4 persen dari 2.528 fasilitas kesehatan rujukan, menjadi 87,8 persen pada April 2019.

Sedangkan sebanyak 482 rumah sakit akan habis masa berlaku akreditasinya pada 2019 dengan tanggal yang berbeda-beda. Sejumlah RS tersebut juga harus memperbarui masa berlaku akreditasinya agar bisa melanjutkan kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan akan memberikan informasi kepada masyarakat yang ditempatkan pada RS tertentu bahwa rumah sakit terkait tidak akan melayani program JKN dan disertai dengan pilihan-pilihan RS di sekitarnya yang masih melayani pasien BPJS Kesehatan untuk menjalani pengobatan.

Baca Juga

loading...