Dinkes Jatim: Belum Ada Laporan Gangguan Pernafasan Warga Bromo

Baehaqi Almutoif

Sabtu, 30 Maret 2019 - 18:53

JATIMNET.COM, Surabaya - Dinas Kesehatan Jawa Timur mengaku belum menerima laporan adanya masyarakat sekitar Bromo yang mengalami gangguan pernapasan.

"Sampai sekarang tidak ada data seperti itu (warga yang terpengaruh debu). Kami belum mendapat laporan. Jadi tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Kohar Hari Santoso ditemui di Jatim Expo, Sabtu 30 Maret 2019.

Dari pantauan Dinas Kesehatan, peningkatan aktivitas Gunung Bromo sejak beberapa pekan lalu belum terlalu berpengaruh terhadap masyarakat, baik di wilayah Probolinggo maupun Pasuruan. Radius yang telah ditetapkan oleh BVMBG Bromo pun berada di sekitar satu kilometer dari bibir kawah.

BACA JUGA: Aktivitas Bromo Berdampak pada Tingkat Hunian Hotel

Kohar menilai, fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di tiap desa sekitar Gunung Bromo masih dianggap mampu menangani. "Sehingga kami belum bergerak mengirim tim," ungkapnya.

Kendati demikian, Kohar mengaku telah mengirimkan bantuan obat-obatan. Dinas Kesehatan Jatim telah mengirim bantuan yang meliputi salep mata, vitamin, dan masker Kamis 28 Maret 2019. Ada juga bantuan makanan sehat bagi balita dan ibu hamil. Total sekitar 300 kardus kemasan bantuan yang dibagikan kepada warga lereng Gunung Bromo.

BACA JUGA: Suplai Air Bersih Warga Kawasan Bromo Masih Aman

Semua obat-obatan itu sudah tersedia di fasilitas kesehatan yang ada di sekitar Gunung Bromo. "Saat ini yang difokuskan pengaruh terhadap debunya. Hanya pemeriksaan saja," tandasnya.

Kondisi terkini asap kawah Gunung Bromo mulai menipis. Data PVMBG Per 30 Maret 2019 pukul 12.00 WIB, tinggi asap dari kawah berada di angka 50-700 meter.

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih, dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal. Tremor menerus 0,5-20 mm, dominan 2 mm. Meski demikian, PVMBG belum menurunkan statusnya. Gunung Bromo masih dinyatakan waspada level II.

Baca Juga

loading...