Logo

Diguyur Hujan, Bangunan SDN Pangelen 1 Sampang Ambruk

Reporter:,Editor:

Sabtu, 11 April 2026 03:30 UTC

Diguyur Hujan, Bangunan SDN Pangelen 1 Sampang Ambruk

Kondisi bangunan SDN Pangelen 1 Kecamatan/Kabupaten Sampang yang ambruk, Sabtu, 11 April 2026. Foto: Zainal Abidin

JATIMNET.COM, Sampang – Sebuah ruang kelas di SDN Pangelen 1, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, ambruk pada Jumat, 10 April 2026. Bangunan yang sudah lama tidak digunakan itu runtuh setelah diguyur hujan deras.

Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Kejadian berlangsung pada malam hari saat tidak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah.

Alim, salah satu guru di SDN Pangelen 1, menjelaskan bahwa ruang kelas yang roboh merupakan ruang belajar siswa kelas satu. Kondisi bangunan tersebut sebelumnya memang sudah rusak parah, terutama pada bagian atap, sehingga pihak sekolah memutuskan untuk mengosongkannya.

"Ruang kelas itu sudah lama dikosongkan karena kondisi bangunan rusak parah terutama pada bagian atap," terang Alim, Sabtu, 11 April 2026.

Ia menambahkan, pihak sekolah telah lama melaporkan kondisi bangunan tersebut kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang dengan harapan mendapat bantuan rehabilitasi.

"Tapi sudah tahun lebih tidak ada tindaklanjut dari dinas," katanya.

Sementara itu, Kepala Disdik Sampang, Nur Alam, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan usulan program revitalisasi untuk ruang kelas SDN Pangelen 1 ke pemerintah pusat. Namun hingga kini, pihaknya masih menunggu keputusan terkait persetujuan usulan tersebut.

"Saat ini, kami masih menunggu informasi dari pusat apakah usulan itu disetujui atau tidak. Sementara, kalau dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2026 tidak ada anggaran untuk program rehab," ujarnya.

Nur Alam menjelaskan, pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Sampang memperoleh kuota sebanyak 138 sekolah untuk program revitalisasi dari pemerintah pusat. Meski demikian, pengajuan tersebut akan dilakukan secara bertahap, yakni sekitar 10 persen dari total usulan.

"Melihat pengalaman sebelumnya, diperkiraan hanya sekitar 14 sekolah yang disetujui mendapat program revitalisasi," katanya.