Logo

Cas Sepeda Motor Listrik Diduga Jadi Pemicu Kebakaran Maut di Surabaya

Dua korban meninggal dan dua luka-luka
Reporter:,Editor:

Senin, 25 May 2026 23:30 UTC

Cas Sepeda Motor Listrik Diduga Jadi Pemicu Kebakaran Maut di Surabaya

Petugas pemadam kebakaran kota Surabaya berusaha memadamkan api yang membakar rumah sekaligus bengkel motor listrik di kawasan Jalan Bukun Molin Surabaya, Senin malam, 25 Mei 2026. Foto: Command Center.

JATIMNET.COM, Surabaya - Kebakaran melanda sebuah rumah yang juga digunakan sebagai bengkel motor listrik di Jalan Bukit Molin 2B Nomor 50, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Senin malam, 25 Mei 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik saat proses pengisian daya sepeda motor listrik. Api dengan cepat membesar hingga melalap bangunan dan menjalar ke bangunan di sebelahnya.

Dua korban meninggal dunia diketahui bernama Suamah, 72 tahun, dan Muhammad Azzam Rizki Pratama, 14 tahun. Keduanya diduga terjebak kobaran api saat kebakaran terjadi.

“Korban meninggal ditemukan di kamar mandi lantai satu dan kamar mandi lantai dua,” kata Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M. Rokhim, Selasa, 26 Mei 2026.

Selain korban meninggal, dua orang lainnya mengalami luka-luka. Meiga Dita Fisilia, 39 tahun, mengalami luka robek pada telapak tangan kanan, sedangkan Tiwuk Suryati, 46 tahun, mengalami dislokasi pada kedua kakinya.

Kebakaran juga menghanguskan empat unit sepeda motor yang berada di lantai satu bangunan bengkel. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 3 x 12 meter di lantai dua, dari total luas bangunan sekitar 8 x 12 meter.

Rokhim menjelaskan, pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 22.58 WIB. Tak lama setelah laporan diterima, sejumlah armada pemadam kebakaran langsung diberangkatkan menuju lokasi.

“Unit tempur Pos Grudo tiba di tempat kejadian kebakaran pukul 23.04 WIB dan langsung melakukan pemadaman,” ujarnya.

Namun, proses pemadaman sempat terkendala akses jalan yang sempit. Lokasi kebakaran berada di gang dengan lebar sekitar tiga meter sehingga armada besar tidak dapat mendekati titik api. Petugas pun harus menarik selang sejauh kurang lebih 60 meter dari posisi armada pertama.

“Hambatan di lapangan karena akses gang sempit, sehingga unit besar tidak bisa masuk ke lokasi. Jarak unit pertama ke titik kebakaran sekitar 60 meter,” katanya.

Sebanyak 17 unit diterjunkan untuk memadamkan api, terdiri dari unit tempur Pos TVRI, Pos Grudo, Pasar Turi, Margomulyo, Kandangan, Wiyung, Menur, Tambakrejo, serta empat unit rescue.

Api diketahui membakar dua bangunan yang saling berdampingan. Bangunan pertama merupakan rumah tinggal sekaligus bengkel sepeda motor listrik. Sementara bangunan kedua merupakan rumah dua lantai yang digunakan sebagai toko sembako di lantai satu dan rumah kos di lantai dua.

“Yang terbakar satu rumah satu lantai dan satu rumah dua lantai. Di bangunan satu lantai digunakan untuk hunian sekaligus bengkel sepeda motor listrik,” ucap Rokhim.

Petugas menduga sumber api berasal dari korsleting listrik saat pengisian daya motor listrik di area bengkel.

“Penyebab sementara diduga berasal dari korsleting cas (charge) motor listrik,” tuturnya.

Setelah berjibaku selama lebih dari setengah jam, petugas akhirnya berhasil memadamkan api pada pukul 23.39 WIB. Proses pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa selesai dan situasi dinyatakan kondusif pada pukul 02.10 WIB.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.