Logo

Didatangkan dari Jakarta, Bangkai Pesawat di Mojokerto Akan Dijadikan Destinasi Wisata

Reporter:,Editor:

Selasa, 27 January 2026 06:00 UTC

Didatangkan dari Jakarta, Bangkai Pesawat di Mojokerto Akan Dijadikan Destinasi Wisata

Kondisi bangkai pesawat yang terbengkalai di lahan kosong di Desa Kertosari, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Foto: Hasan.

JATIMNET.COM, Mojokerto - Keberadaan bangkai pesawat bekas milik maskapai Deraya Papua menjadi perhatian warga Desa Kertosari, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

Pesawat berukuran besar itu tampak terbengkalai di sebuah lahan kosong. Sebagian badan pesawat tertutupi semak dan rumput liar.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi fisik pesawat masih relatif utuh. Hampir seluruh bagian penting pesawat masih ada. Mulai dari badan utama, kabin, sayap, mesin hingga roda.

Bagian kokpit juga masih menyimpan berbagai panel dan peralatan elektronik penerbangan. Kursi pilot dan co-pilot masih terpasang yang memberikan kesan seolah pesawat tersebut baru saja berhenti digunakan.

Keberadaan bangkai pesawat di lokasi yang jauh dari area bandara ini menimbulkan rasa penasaran warga sekitar. Pasalnya, pesawat tersebut berada di kawasan persawahan yang kini berubah menjadi lahan kosong, bukan di area penerbangan sebagaimana mestinya.

BACA: Susur Sungai Ngotok Tambah Wahana Wisata di Taman Bahari Mojopahit

Serka Erwin Dayana, anggota Babinsa Desa Kertosari mengatakan bahwa rangka pesawat tersebut sudah berada di lokasi itu sejak beberapa waktu lalu. Informasi awal, pesawat itu didatangkan oleh seseorang bernama Anggun.

"Katanya, ada rangka pesawat dari Jakarta menggunakan empat kendaraan tronton," ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin 26 Januari 2026.

Ia menjelaskan, saat pertama kali tiba di lokasi, pesawat tersebut masih tertutup rapat. Namun seiring berjalannya waktu, kondisi penutup mulai terbuka dan rangka pesawat kini terlihat jelas.

"Begitu masuk langsung ditempatkan seperti ini dulu tertutup sekarang ada yang dijebol," katanya.

Menurut Erwin, bangkai pesawat itu rencananya akan dimanfaatkan sebagai bagian dari kawasan wisata edukasi. Meski demikian, hingga kini belum ada kejelasan mengenai bentuk dan konsep wisata yang akan dikembangkan.

"Bu Anggun (pemiliki pesawat) itu akan menggunakan lahan ini sebagai daerah wisata edukasi, wisata edukasi itu nanti bentuknya mungkin kafe atau seperti apa kita juga kurang paham," ungkapnya.

Ia menambahkan, proses perizinan terkait pemanfaatan lahan dan pesawat tersebut masih belum tuntas. Pihak Babinsa dan pemerintah desa masih menunggu perkembangan lebih lanjut.

"Nanti, untuk berikutnya akan diurus masalah perizinan sampai saat ini belum selesai," jelasnya.

Selama belum ada kepastian, bangkai pesawat tersebut tetap dibiarkan berada di lokasi tanpa aktivitas apa pun. "Sementara pesawat ini tetap dibiarkan seperti ini, menunggu informasi dari ibu Anggun," pungkasnya.