Logo

Di Hadapan Buruh, Wali Kota Mojokerto Tekankan Pentingnya Hubungan Industrial

Reporter:,Editor:

Minggu, 31 May 2026 10:00 UTC

Di Hadapan Buruh, Wali Kota Mojokerto Tekankan Pentingnya Hubungan Industrial

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari foto bersama salah seorang peraih hadiah utama dalam jalan sehat memperingati May Day, Minggu, 31 Mei 2026. Foto: Pemkot Mojokerto.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto menyoroti pentingnya menjaga keberlangsungan industri dan hubungan kerja untuk memperluas peluang pekerjaan bagi masyarakat.

Hal itu menjadi salah satu pesan dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang digelar di GOR Seni Majapahit, Minggu, 31 Mei 2026.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan keberadaan pekerja dan pelaku usaha tidak bisa dipisahkan dalam menjaga pergerakan ekonomi daerah.

Menurutnya, hubungan industrial yang berjalan baik dapat menjadi penopang bagi dunia usaha sekaligus memberi dampak pada kesejahteraan pekerja.

“Pengusaha membutuhkan pekerja dan pekerja juga membutuhkan pengusaha. Karena itu hubungan industrial yang harmonis harus terus dijaga,” kata Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari.

Ia menyebut tantangan ekonomi yang terus berubah membuat pemerintah daerah perlu memastikan sektor usaha tetap bergerak.

Salah satu perhatian Pemkot Mojokerto adalah memperluas kesempatan kerja, termasuk dengan mendorong kembali aktivitas sejumlah industri yang sebelumnya berhenti beroperasi serta membuka ruang bagi investasi baru.

Selain mengandalkan pertumbuhan industri, pemerintah daerah juga menyiapkan peningkatan kemampuan tenaga kerja melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi. Program tersebut diarahkan agar warga memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

“Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting agar tenaga kerja kita memiliki daya saing,” ujarnya.

Dalam kegiatan May Day tersebut, ribuan pekerja dan unsur dunia usaha mengikuti jalan sehat bersama. Selain menjadi ajang peringatan Hari Buruh, kegiatan itu juga dimanfaatkan sebagai ruang bertemu antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.