JATIMNET.COM, Blitar - Harga bawang merah dan bawang putih, naik drastis tiga minggu menjelang masuknya bulan Ramadan tahun ini, di Pasar Legi, Kota Blitar.

Harga meningkat rata-rata Rp 1000 hingga Rp 2000 per kilo, setiap hari, dalam sepekan terakhir.

Di tingkat grosir, harga bawang putih tembus sampai Rp 40.000 per kilo, sedangkan di tingkat pengecer, harganya mencapai Rp 45.000 per kilo.

Padahal semingu sebelumnya, harga bawang putih masih di kisaran Rp 28.000 hingga Rp 30.000 per kilo.

BACA JUGA: Jatah Kursi Pileg 38 Dapil Jatim di Pemilu 2019

"Kenaikan harga bawang merah dan putih paling drastis terjadi sepekan ini," jelas Yeni Aprilia, 30, seorang pedagang kebutuhan pokok di Pasar Legi, Kota Blitar kepada wartawan, Senin siang 15 April 2019.

Yeni menambahkan, naiknya harga bawang putih juga berpengaruh pada turunnya penjualan.

Jika sebelumnya, dia bisa menjual 2 kuintal untuk bawang putih, belakangan hanya mampu menjual 1 kuintal saja, demikian juga untuk bawang merah.

"Penjualannya ikut turun separuh, karena harganya naik hampir setiap hari. Harga naik karena pasokannya turun karena cuaca di lokasi pemasok. Selain itu, menjelang puasa biasanya harga kebutuhan pokok naik," imbuhnya.

BACA JUGA: Dua Pelaku Bergantian Memutilasi Kepala Korban

Naiknya harga dua komoditas itu, juga diakui oleh pedagang eceran di Pasar Legi, Mujiati, 60. Ia mengatakan, harga bawang merah dan bawang putih saat ini memang tergolong mahal.

Bawang merah justru meroket hingga 45.000 ribu per kilonya, dari harga semula Rp 20.000 an ribu per kilo.

Sedangkan, harga bawang putih yang semula Rp 28.000 per kilo, kini tembus mencapai Rp 40.000 per kilonya.

"bawang merah harganya antara 35 ribu hingga 45 ribu sekarang, dari harga 20 an ribu, bawang putih mencapai 40 ribu per kilonya dari harga 28 ribu sebelumnya. Terus yang naik lagi cabe merah harganya hingga 28 ribu per kilonya dari harga 20 ribu sebelumnya," kata Mujiati, di Pasar Legi, yang merupakan pasar tradisional terbesar di Kota Blitar ini.

BACA JUGA: Begini Pelaku Mutilasi Blitar Menurut Tetangganya

Kenaikan ini, turut mempengaruhi daya beli konsumen di Pasar Legi.

Konsumen harus memutar otak, untuk memenuhi kebutuhan bumbu dapur mereka sehari hari.

Seperti yang dilakukan oleh Endang, seorang warga Pakunden Kota Blitar, yang membeli bawang merah dengan mengurangi jumlah pembelian dari biasanya.

"ya pada naik semua, drastis naiknya, akhirnya belinya cuma separuh saja bawang merahnya, dari pada enggak punya persediaan di rumah,"pungkas ibu rumah tangga ini.