Logo

Destinasi Dekat Kota yang Cocok untuk Short Escape

Tidak semua perjalanan menyenangkan harus dimulai dari bandara atau membutuhkan cuti panjang.
Reporter:,Editor:

Kamis, 18 June 2026 08:00 UTC

Destinasi Dekat Kota yang Cocok untuk Short Escape

Ilustrasi: Liburan dekat kota. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Short escape menjadi salah satu tren perjalanan yang semakin diminati dalam beberapa tahun terakhir. Konsep ini mengacu pada perjalanan singkat selama satu hingga dua hari ke destinasi yang relatif dekat dari tempat tinggal.

 

Bagi mahasiswa, pekerja muda, maupun keluarga kecil, short escape menawarkan kesempatan beristirahat tanpa harus mengganggu rutinitas utama.

 

Fenomena ini berkembang seiring meningkatnya mobilitas wisata domestik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara sepanjang 2024 mencapai sekitar 1,02 miliar perjalanan.

 

Angka tersebut menjadi rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan menunjukkan bahwa masyarakat semakin aktif melakukan perjalanan dalam negeri. Sebagian besar perjalanan tersebut dilakukan dengan durasi pendek dan tujuan yang masih berada dalam jangkauan transportasi darat.

 

Bagi warga perkotaan seperti Surabaya, konsep short escape memiliki keuntungan tersendiri. Dalam radius kurang dari 150 kilometer, tersedia beragam pilihan wisata alam, sejarah, budaya, hingga kuliner yang dapat dijangkau hanya dalam beberapa jam perjalanan.

 

 

Mengapa Short Escape Semakin Populer

 

Perubahan pola kerja dan gaya hidup menjadi salah satu faktor utama meningkatnya minat terhadap perjalanan singkat.

Tidak semua orang memiliki waktu untuk mengambil cuti beberapa hari. Banyak pekerja hanya memiliki akhir pekan sebagai kesempatan beristirahat.

 

Kondisi serupa juga dialami mahasiswa yang harus menyesuaikan agenda akademik dengan aktivitas lainnya.

 

Karena itu, destinasi yang dekat menjadi solusi yang lebih realistis. Waktu perjalanan yang lebih singkat memungkinkan wisatawan menikmati lebih banyak aktivitas di lokasi tujuan dibandingkan menghabiskan waktu di jalan.

 

Selain itu, biaya perjalanan juga cenderung lebih terkendali. Pengeluaran transportasi, konsumsi, dan akomodasi dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas pengalaman wisata.

 

 

Destinasi Dekat Kota Memberikan Efisiensi Anggaran

Salah satu alasan utama banyak orang memilih short escape adalah faktor ekonomi. Data BPS menunjukkan bahwa pengeluaran transportasi menjadi komponen terbesar dalam perjalanan wisata domestik.

 

Rata-rata wisatawan menghabiskan lebih dari Rp500 ribu per perjalanan untuk kebutuhan transportasi. Semakin jauh destinasi yang dipilih, semakin besar pula biaya yang harus disiapkan.

 

Karena itu, destinasi yang berada di sekitar kota sering kali menjadi pilihan yang lebih efisien. Warga Surabaya misalnya dapat mengunjungi kawasan wisata di Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Lamongan, hingga Malang tanpa memerlukan biaya perjalanan yang terlalu besar.

 

Keuntungan lainnya adalah fleksibilitas. Jika terjadi perubahan cuaca atau kondisi tertentu, wisatawan masih memiliki banyak alternatif tanpa harus mengubah seluruh rencana perjalanan.

 

 

Pengalaman Baru Tidak Selalu Berarti Tempat yang Jauh

 

Salah satu kesalahpahaman yang masih sering muncul adalah anggapan bahwa perjalanan menarik harus dilakukan ke lokasi yang sangat jauh.

 

Padahal pengalaman baru dapat ditemukan di tempat yang selama ini jarang dikunjungi. Banyak kawasan wisata lokal menawarkan suasana yang berbeda dari rutinitas harian meskipun lokasinya hanya beberapa jam dari pusat kota.

 

Fenomena ini terlihat dari meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata alam, wisata desa, wisata sejarah, dan wisata kuliner lokal. Tren tersebut menunjukkan bahwa nilai sebuah perjalanan semakin ditentukan oleh pengalaman yang diperoleh, bukan semata-mata jarak yang ditempuh.

 

Bahkan dalam banyak kasus, perjalanan singkat justru terasa lebih menyenangkan karena tidak menimbulkan kelelahan berlebihan setelah kembali ke rumah.

 

 

Faktor Penting Saat Memilih Destinasi Short Escape

 

Meski terlihat sederhana, pemilihan destinasi tetap memerlukan perencanaan. Akses transportasi menjadi faktor pertama yang perlu diperhatikan. Destinasi yang mudah dijangkau umumnya memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan efisien.

 

Faktor kedua adalah ketersediaan aktivitas. Sebuah lokasi akan terasa lebih menarik jika menawarkan beberapa pilihan kegiatan dalam satu kawasan, seperti wisata alam yang dipadukan dengan kuliner atau destinasi sejarah yang dekat dengan pusat kerajinan lokal.

 

Selain itu, wisatawan juga perlu mempertimbangkan waktu tempuh. Banyak praktisi perjalanan menyarankan agar waktu perjalanan tidak menghabiskan sebagian besar durasi liburan. Semakin banyak waktu yang dapat dinikmati di lokasi tujuan, semakin tinggi nilai pengalaman yang diperoleh.

 

 

Short Escape Menjadi Jawaban Gaya Hidup Modern

 

Meningkatnya jumlah perjalanan wisata domestik menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin menyadari pentingnya waktu beristirahat dan rekreasi.

 

Namun di saat yang sama, keterbatasan waktu dan anggaran membuat banyak orang mencari alternatif yang lebih realistis.

Di sinilah konsep short escape menemukan relevansinya.

 

Destinasi dekat kota menawarkan keseimbangan antara kebutuhan berlibur, efisiensi biaya, dan keterbatasan waktu yang dimiliki masyarakat modern.

 

Pada akhirnya, destinasi dekat kota yang cocok untuk short escape bukan hanya soal lokasi yang mudah dijangkau. Yang lebih penting adalah kemampuan perjalanan tersebut menghadirkan suasana baru, memberikan jeda dari rutinitas, dan membantu seseorang kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan energi yang lebih segar.