Demokrat Jatim Fokus Amankan Suara dalam Pemilu

Demokrat ogah tanggapi pernyataan Prabowo Suabianto dalam Debat Capres kelima yang menyalahkan presiden-presiden sebelumnya gagal menata ekonomi.
Baehaqi Almutoif

Minggu, 14 April 2019 - 16:39

JATIMNET.COM, Surabaya – DPD Partai Demokrat Jawa Timur tidak mau ambil pusing perihal pernyataan Prabowo Subianto dalam debat Capres dan Cawapres, Sabtu 13 April 2019 malam. Partai berlambang Bintang Merci itu ingin fokus pengamanan suara jelang coblosan 17 April mendatang.

Seperti disampaikan Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Timur Renville Antonio tidak mau terpancing suasana di Jakarta. Saat ini DPD Demokrat Jatim memilih fokus menguatkan suara partai tiga hari jelang pencoblosan.

“Kami semua fokus di lapangan untuk memastikan Demokrat Jatim mampu mencapai target yang diharapkan," ujar Renville melalui aplikasi pesan singkatnya, Minggu 14 April 2019.

BACA JUGA: Lima Partai Ini Diprediksi Kuasai Dapil Jatim I DPR

Partai Demokrat kini ingin memaksimalkan masa tenang untuk melakukan penguatan, pengawalan hingga pengamanan suara di tempat pemungutan suara (TPS).

Renville enggan mengomentari lebih jauh terkait statmen Prabowo yang menyebut kesalahan ekonomi Indonesia karena presiden-presiden sebelumnya. Termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang merupakan salah satu pendiri Partai Demokrat.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara besar memerlukan pemimpin yang memiliki nilai luhur, bijaksana, dan teladan untuk seluruh rakyat. Salah satu sikap teladan yang diperlukan adalah memberikan penghargaan kepada setiap usaha, pengorbanan dan pengabdian pemimpin sebelumnya.

BACA JUGA: Balihonya Pampang Paslon 01, Caleg Demokrat Ponorogo Ditegur Partai

Dirinya percaya bahwa siapapun yang terpilih dan telah terpilih menjadi pemimpin negara ini pastilah putra dan putri terbaik bangsa. Mereka telah berkorban untuk bangsa.

“Meluangkan waktu, tenaga, pikiran, serta keluarga," ungkap politisi yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Jawa Timur itu.

Sebelumnya, Prabowo menganggap kebijakan yang dijalankan pemerintah saat ini tidak mutlak kesalahan presiden Joko Widodo. Justru Prabowo Subianto menilai kesalahan kebijakan makro ekonomi saat ini adalah kesalahan presiden-presiden sebelumnya.

“Kita semua salah jalan, kita harus kembali ke UUD 1945 dan pasal 33. Kita harus berani merencanakan pembangunan industrialisasi, lindungi nelayan, lindungi petani. Saya tidak menyalahkan bapak (Jokowi). Presiden-presiden sebelum bapak juga bertanggung jawab,” kata Prabowo dalam debat kelima.

Dalam debat capres-cawapres, Prabowo lebih menekankan kesalahan kebijakan ekonomi makro yang diterapkan pemerintah dalam kurun waktu puluhan tahun. Begitu juga dengan aliran dana yang ke luar negeri jauh lebih besar.

Baca Juga

loading...