Rabu, 11 October 2023 07:51 UTC

no image available
JATIMNET.COM, Sidoarjo- Cuaca panas dan musim kemarau panjang yang terjadi beberapa waktu terakhir ini mulai berdampak bagi kehidupan masyarakat. Akibat kemarau panjang, membuat kualitas air sumber dan sumur warga yang ada di Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami penurunan.
Akibat dampak cuaca panas dan kemarau, air sumber dan sumur warga mulai menguning dan mengeluarkan bau tidak sedap.
Hampir semua sumber air, baik itu dari mata air alami maupun air sumur yang digunakan oleh warga di wilayah tersebut, telah mengalami perubahan warna menjadi kuning dan memiliki bau yang tidak sedap. Kondisi ini menjadikan air tersebut tidak memenuhi standar untuk digunakan dalam keperluan rumah tangga.
Salah satu warga, Luhil Muaffan mengatakan, meskipun ketika air dialirkan terlihat jernih, namun begitu air tersebut berada dalam bak atau tempat penyimpanan seperti bak mandi, warnanya akan berubah menjadi kuning dan memiliki bau yang tidak enak.
"Air ini bahkan tidak cocok digunakan untuk keperluan memasak atau mandi, karena airnya itu juga kayak lengket di kulit sehabis mandi. Kalau dibuat cuci baju yang putih itu jadi coklat," kata Luhil, Rabu (11/10/2023).
Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih, warga terpaksa harus menunggu bantuan air bersih dari pihak swasta atau kepolisian. Atau juga dengan membeli air bersih seharga Rp 2.500 untuk per jerigen.
"Untuk kebutuhan air minum warga membeli, 1 tor (jerigen) itu Rp 2.500," ungkapnya.
Warga saat ini hanya bisa berharap agar pemerintah setempat dapat memberikan bantuan air bersih secara rutin, terutama selama musim kemarau seperti saat ini. Meskipun masalah krisis air bersih telah dilaporkan kepada pemerintah setempat, hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang diberikan.
