Rabu, 20 May 2026 03:32 UTC

Ilustrasi strategi penjualan. Freepik
JATIMNET.COM – Banyak pelaku usaha fokus membuat iklan dan mencari pelanggan baru, tetapi melupakan pengalaman konsumen saat proses pembelian berlangsung. Menurut praktisi bisnis Raymond Chin, kesalahan tersebut sering menjadi penyebab penjualan tidak berkembang secara optimal.
Ia menjelaskan bahwa pemasaran tidak berhenti ketika calon pelanggan mengklik iklan. Setelah itu masih ada serangkaian tahapan yang harus dilalui hingga seseorang benar-benar melakukan transaksi.
Konsep tersebut dikenal sebagai customer journey atau perjalanan pelanggan.
Menurut Raymond, setiap tahapan harus dirancang semudah mungkin agar konsumen tidak kehilangan minat di tengah proses pembelian.
"Kadang masalahnya bukan di iklannya, tapi ada hambatan kecil yang membuat pelanggan batal membeli," ujarnya, dalam kanal YouTube Raymond Chin, Rabu, 20 Mei 2026.
Ia mencontohkan beberapa kendala yang sering terjadi, seperti informasi produk yang sulit ditemukan, stok barang yang habis, proses checkout yang terlalu panjang, hingga layanan pelanggan yang lambat memberikan respons.
Karena itu, pelaku usaha perlu secara rutin mengevaluasi seluruh proses pembelian dari sudut pandang pelanggan.
Raymond juga menyarankan pemanfaatan WhatsApp Business atau layanan pelanggan digital lainnya agar calon pembeli dapat memperoleh jawaban dengan cepat ketika memiliki pertanyaan.
Menurutnya, komunikasi yang cepat dan mudah sering kali menjadi faktor yang menentukan keputusan pembelian.
Kesadaran Merek Tetap Menjadi Fondasi
Meski customer journey penting, Raymond mengingatkan bahwa proses tersebut baru berjalan jika konsumen terlebih dahulu mengenal merek yang ditawarkan.
Ia mengacu pada konsep Rule of Seven yang menyebutkan bahwa calon pelanggan biasanya membutuhkan beberapa kali paparan terhadap sebuah merek sebelum mulai tertarik mencari informasi lebih lanjut.
"Karena itu, membangun awareness secara konsisten tetap menjadi langkah awal yang tidak boleh diabaikan oleh pelaku usaha," tegasnya.
Iklan Harus Mampu Menarik Perhatian
Selain membangun awareness, bisnis juga perlu memastikan pesan pemasarannya cukup menarik untuk diperhatikan konsumen.
Menurut Raymond, video marketing dan konten yang menghibur menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan perhatian audiens di tengah padatnya arus informasi digital.
Ia menilai iklan yang menarik dapat menjadi pintu masuk bagi calon pelanggan sebelum mereka melanjutkan perjalanan menuju proses pembelian.
