Logo

Cegah Lakalantas, Satlantas Lumajang Ingatkan Pengemudi Tak Ugal-ugalan

Reporter:,Editor:

Jumat, 21 August 2026 01:30 UTC

Cegah Lakalantas, Satlantas Lumajang Ingatkan Pengemudi Tak Ugal-ugalan

Petugas Satlantas dan Dishub Lumjanag berfoto bersama di sela aksi simpatik untuk mengampanyekan keselamatan berkendara di jalan raya, Jumat, 21 Agustus 2026. Foto: Cong Budie

JATIMNET.COM, Lumajang — Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) masih menjadi ancaman bagi pengguna jalan. Oleh karena itu, Satlantas Polres Lumajang mengingatkan pengemudi agar tidak mengabaikan hal-hal sederhana yang bisa memicu kecelakaan.

Kanit Satlantas Polres Lumajang Ipda Suheri mengatakan, angka kecelakaan di daerah tersebut memang lebih rendah dibanding tahun lalu. Meski tidak menyebut data angkanya, ia menyebut lakalantas tetap perlu diwaspadai.

"Meski angka kecelakaan terbilang cukup rendah dibanding tahun kemarin, tetap menjadi perhatian serius kami. Setiap angka itu adalah nyawa," kata Suheri, Jumat, 21 Agustus 2026.

Menurut dia, pencegahan kecelakaan tidak selalu membutuhkan langkah besar. Kebiasaan pengemudi saat berada di jalan justru menjadi salah satu faktor penting.

Pengemudi diminta tidak terburu-buru, tidak menggunakan ponsel saat berkendara, serta menggunakan helm dan sabuk pengaman.

Kondisi fisik juga harus diperhatikan. Pengemudi yang lelah maupun berada di bawah pengaruh alkohol sebaiknya tidak memaksakan diri berkendara.

Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, menjaga jarak aman, serta meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan sekolah dan permukiman juga menjadi bagian dari upaya mencegah kecelakaan.

"Bukan kami ingin menakut-nakuti, tapi kami ingin mengingatkan. Bukan kami ingin menindak, tapi kami ingin menyelamatkan," ujarnya.

Suheri mengatakan, keselamatan di jalan tidak bisa hanya dibebankan kepada polisi. Pemilik kendaraan, perusahaan transportasi, hingga masyarakat perlu ikut memastikan pengemudi tidak berkendara secara ugal-ugalan atau dalam kondisi yang tidak aman.

Sebab, risiko kecelakaan bukan hanya berhenti di jalan. Ada keluarga yang menunggu pengemudi kembali ke rumah.

"Di rumah ada istri atau suami, anak, dan orang tua yang menanti kepulangan Anda. Jangan biarkan jalan raya menjadi tempat perpisahan terakhir. Satu kesalahan sekejap, penyesalan seumur hidup," katanya.

Ia juga meminta warga melaporkan kondisi jalan yang berbahaya. Pelaporan juga bisa dilakukan ketika melihat adanya pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan kepada polisi terdekat maupun melalui layanan darurat 110.

Upaya pencegahan, kata Suheri, pada akhirnya kembali kepada kesadaran setiap pengguna jalan untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.