Cegah Kecelakaan, Dishub Pasang Pita Penggaduh di Merr2C Surabaya

Khoirotul Lathifiyah

Kamis, 13 Juni 2019 - 20:35

JATIMNET.COM, Surabaya – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Irvan Wahyudrajad, pada Rabu 12 Juni 2019 menambah marka jalan dan rambu lalu lintas berupa Marka Pita Penggaduh di Jalan Ir Soekarno atau Middle East Ring Road (Merr) 2C.

Penambahan marka dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

“Jadi pita penggaduh ini berupa bagian jalan yang dibuat secara tidak merata dan melintang jalan," kata Irvan saat dikonfirmasi melalui telepon, Kamis 13 Juni 2019.

Tebal marka jalan yang telah dipasang tersebut mencapai 10-40 mm pada jarak yang berdekatan.

BACA JUGA: Jalur Baru Gunung Anyar-Sidoarjo Pangkas Macet 60 Persen

Irvan mengungkapkan, dengan marka tersebut, mobil atau motor yang melintas akan diingatkan dengan getaran dan suara yang ditimbulkan bila dilalui kendaraan.

Saat ini Dishub Surabaya juga menambah beberapa papan rambu lalu lintas batas kecepatan 40 km/jam di setiap titik jalan Merr 2C.

Selain rambu batas kecepatan dan marka pita penggaduh, pihaknya akan menambah satu unit speed camera yang berguna untuk mendeteksi kecepatan kendaraan, pemindai wajah pengemudi, dan plat nomor kendaraan.

“Sementara kami tambah disatu titik untuk speed cameranya, kalau cctv sudah banyak disepanjang jalan Merr 2C. Ini kami giatkan lagi untuk pemasangan rambunya juga,” pungkasnya.

BACA JUGA: Pemkot Resmikan Jalan MERR Gunung Anyar Mei Mendatang

Disamping itu, Kepala Badan Perencanaan Kota (Surabaya) Eri Cahyadi mengatakan, akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, untuk melakukan kajian dan penambahan marka jalan. 

Eri menanggapi adanya kecelakaan tersebut bukan karena adanya jalan Merr 2C saja, tapi karena kewaspadaan pengendara masing-masing. Karena pada dasarnya setiap pengendara harus bisa bertanggung jawab dan tertib berkendara.

“Sebenarnya kan ini kembali lagi ke jiwanya masyarakat ya, kalau pengendara taat lalu lintas dan memahami rambu-rambu yang ada, tidak akan terjadi kecelakaan seperti itu. Mungkin kita harus meningkatkan aturannya ya,” kata Eri.

Selain itu, Eri mencontohkan pengendara di luar negeri yang memiliki tingkat kepatuhan lalu lintas yang tinggi. Sementara, kepatuhan warga Surabaya terhadap lalu lintas di perkotaan masih sangat rendah.

BACA JUGA: MERR Sudah Dilewati Meski Belum Dipasang Lampu PJU

Seharusnya, lanjut Eri, jalan tersebut dibangun bertujuan untuk memperlancar dan mengurangi volume kendaraan dijalan utama tengah kota.

Namun, hal itu malah disalah gunakan untuk warga sebagai ajang adu kecepatan sehingga terjadi kecelakaan.

“Di luar negeri kalau aturan kecepatannya 50km/jam yang tidak ada yang berani melebihi kecepatan itu. Mungkin denda tilangnya besar, kalau di sana (luar negeri). Saya rasa Dishub sendiri sudah cukup memberi tanda peringatan, mungkin termotivasi dengan Moto GP. Kadang arek enom-enom iku di gawe trek-trekan,” urainya.

Sebelumnya, telah terjadi dua kecelakaan beberapa hari lalu di Jalan Ir Soekarno atau Middle East Ring Road (Merr) 2C. Keclakaan terakhir antara dua pengendara mobil dengan motor, menyebabkan satu korban tewas ditempat.

Baca Juga

loading...