Senin, 26 April 2021 05:40 UTC

Tangkapan layar dari sejumlah vidio yang beredar d imedia sosial.Foto: Repro
JATIMNET.COM, Ponorogo – Sahur on the road yang biasa dilakukan oleh beberapa kelompok masyarakat untuk membangunkan orang sahur membuat heboh masyarakat Ponorogo, karena menggelar pertunjukan Reog dan mengundang massa.
Seperti beberapa vidio yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sejumlah enam dadak merak beraksi di Jalan Alun-alun Utara Ponorogo lengkap dengan pengiring musiknya pada Minggu pagi 25 April kemarin.
Ratusan masyarakat yang menunggu sahur pun akhirnya datang melihat pertunjukan reog tersebut dan mengabaikan protokol kesehatan serta menimbulkan kerumunan.
Atas hal tersebut, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko sangat menyayangkan karena dilakukan di tengah masa pandemi tanpa memperhatikan protokol kesehatan.
Baca Juga: New Normal Reog Ponorogo
Terlebih tidak adanya koordinasi dengan Pemkab serta gugus tugas dan izin kepolisian atas acara yang dilakukan oleh beberapa kelompok masyarakat tersebut. “Saya pikir hanya membangunkan sahur biasa, ternyata ada reognya,” kata Giri, Senin 26 April 2021.
Giri meminta kepada sejumlah pegiat seni yang menyelenggarakan sahur on the road untuk berhenti dulu membangunkan sahur dengan cara menggelar pertunjukan reog. Ia menilai hal tersebut kurang baik untuk dilakukan ditengah suasana pandemi Covid-19.
“Pada saatnya nanti kita show saat pandemi sudah mereda. Mudah-mudahan minggu depan sudah tidak ada,” ungkap Giri.
Baca Juga: Muspika Sumber Probolinggo Bubarkan Penampilan Reog di Acara Khitanan Warga
Sementara Kapolres Ponorogo, AKBP Mochammad Nur Aziz menuturkan pihaknya sudah memberikan teguran dengan menyurati para pegiat seni yang melakukan pertunjukan reog untuk membangun sahur.
Dari hasil keterangan para pegiat seni tersebut mereka melakukannya karena spontanitas. “Menurut mereka semua spontanitas, tidak ada panitia, tidak ada koordinatornya,” tutur Azis.
Untuk itu ia bersama jajarannya akan meningkatkan patroli agar tidak lagi terulang hal yang sama. “Intinya mereka memang tidak ada izin, sehingga mereka siap untuk dibubarkan,” pungkas Azis.
