Bromo Erupsi, BPBD Probolinggo Petakan Jalur Evakuasi

Zulkiflie

Senin, 18 Maret 2019 - 13:12

JATIMNET.COM, Probolinggo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Probolinggo mulai menyiapkan jalur evakuasi masyarakat seiring meningkatnya aktivitas Gunung Bromo selama sepekan terakhir.

Selain semburan abu vulkanis yang terus keluar dari bibir kawah, meningkatnya gempa tremor Gunung Bromo membuat BPBD Kabupaten Probolinggo bersiaga.

Disampaikan Kepala Pelaksana BPBD, Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi, pemetaan jalur evakuasi meliputi penyiapan kembali jalur evakuasi, yang pernah dibuat oleh BPBD.

BACA JUGA: Ojek Kuda Gunung Bromo Ikuti Lomba Pacuan

Selain itu, BPBD juga menyiapkan masker bagi masyarakat dan wisatawan dari bahaya paparan abu vulkanis Gunung Bromo.

Menurutnya, masker sudah diberikan beberapa waktu lalu melalui Kecamatan Sukapura yang merupakan daerah terdekat dengan Gunung Bromo sebanyak 10 ribu masker untuk paparan abu vulkanis yang dapat membahayakan kesehatan karena mengandung silika. 

“Saat ini BPBD mulai petakan jalur evakuasi, dan akan membangun tenda pengungsian jika memang kondisi Gunung Bromo benar-benar membahayakan,” kata Anggit, Senin 18 Maret 2019.

BACA JUGA: PVMBG Ingatkan Potensi Ancaman Gas Beracun Kawah Bromo

Anggit menegaskan, sampai saat ini Gunung Bromo masih bisa dikunjungi wisatawan dengan pembatasan di radius 1 kilometer dari bibir kawah. Menurutnya Gunung Bromo masih aman, sesuai informasi PVMBG yang menyatakan masih berada di status waspada level II.

Berdasarkan data PVMBG per 17 Maret 2019, aktivitas gempa tektonik Gunung Bromo terjadi 1 kali dengan amplitudo 32 milimeter dengan durasi 253 detik.

Serta gempa tremor dengan amplitudo 0,5 - 19 milimeter, dominan 3 milimeter dan gempa letusan terjadi 5 kali, dengan amplitudo 29 - 30 milimeter durasi 47 - 58 detik.

Baca Juga

loading...