Logo

Bolos dan Nongkrong di Warkop, 15 Pelajar Mojokerto Terjaring Razia

Reporter:,Editor:

Selasa, 10 February 2026 09:30 UTC

Bolos dan Nongkrong di Warkop, 15 Pelajar Mojokerto Terjaring Razia

Belasan siswa terjaring petugas Satpol PP Kota Mojokerto dalam razia di warung kopi saat jam belajar di sekolah berlangsung, Selasa pagi, 10 Februari 2026. Foto: Hasan.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Belasan siswa berseragam sekolah tunggang langgang dari warung kopi di wilayah Kecamatan Magersari dan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Selasa pagi, 10 Februari 2026.

Aksi spontan itu berlangsung saat tim Satpol PP tiba di warung kopi. Kedatangan polisi penegak peraturan (perda) bertujuan merazia pelajar yang nongkrong saat jam belajar di sekolah berlangsung.

“Tadi itu, saat kami datang, mereka langsung melarikan diri,” kata Sekretaris Satpol PP Kota Mojokerto Sutikno.

Saking paniknya, para pelajar itu meninggalkan beberapa sepeda motornya di depan warung kopi. Kemudian, disita dan dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Mojokerto. “Ada sepeda motornya yang ditinggal dan kami bawa ke kantor,” ujarnya.

Selain enam unit sepeda motor, 15 pelajar yang sebelumnya melarikan diri dan berhasil ditangkap di sekitar lokasi kejadian, digelandang ke kantor Satpol PP.

BACA: Tak Langsung Dipulangkan, Pelajar Bolos di Mojokerto Jalani Pembinaan Sosial

Pendataan untuk mengetahui identitas serta asal sekolah masing-masing siswa juga dilakukan. Mereka yang diamankan, lanjut Sutikno, tidak langsung dikenai sanksi berat. Pembinaan tetap menjadi prioritas dalam penanganan pelanggaran yang melibatkan pelajar.

“Kami data di sini. Setelah itu, kami kembalikan ke sekolahan masing-masing untuk dilakukan pembinaan,” ujarnya.

Sutikno menambahkan, razia pelajar yang bolos sekolah yang dijalankan merupakan upaya penegakan Perda Nomor 23 Tahun 2019 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat.

Dalam razia yang digelar Selasa pagi, petugas penegak perda menyasar beberapa lokasi yang kerap dijadikan tempat nongkrong oleh pelajar.

“Jadi ada tiga tempat kita sisir. Yakni dua di Kecamatan Magersari dan yang satu di Kecamatan Prajuritkulon,” pungkasnya.