Boeing Undang 200 Pilot, Garuda Indonesia Pilih Absen

Nani Mashita

Senin, 25 Maret 2019 - 14:15

JATIMNET.COM, Surabaya - Boeing mengundang 200 pilot, teknisi dan regulator untuk hadir dalam sesi informasi pada Rabu 27 Maret 2019. Maskapai Garuda Indonesia, yang diundang di even itu memilih tidak hadir. 

Pertemuan ini diharapkan bisa membawa Boeing 737 Max mendapatkan kepercayaan lagi pasca kecelakaan Ethiopian Airlines dan Lion Air, yang menewaskan seluruh penumpangnya.

Selain mengumpulkan para pelanggan dan calon pelanggan, sesi informasi yang akan dilaksanakan di Renton juga akan membahas soal pembaruan perangkat lunak dan pelatihan untuk jet, kata Boeing dalam sebuah pernyataan.

Patch perangkat lunak itu sendiri masih membutuhkan persetujuan dari regulator, dilansir dari http://www.reuters.com, Senin 25 Maret 2019.

BACA JUGA: Garuda Batal Pesan 50 Pesawat Boeing 737 Max 8

"Kami telah menjadwalkan dan akan terus mengatur pertemuan tambahan untuk berkomunikasi dengan semua pelanggan dan operator MAX saat ini dan banyak di masa depan," kata juru bicara Boeing.

Pesawat 737 MAX adalah produk terlaris Boeing, dengan pesanan bernilai lebih dari $ 500 miliar. Tapi dua kecelakaan, Ethiopian Airlines dan Lion Air, menyebabkan pesawatnya dilarang terbang secara global.

Garuda Indonesia menyatakan diundang ke briefing, kata CEO Ari Askhara. Namun tidak bisa mengirimkan perwakilan karena waktu pemberitahuan yang terlalu mepet.

"Kami diberitahu pada hari Jumat, tetapi karena pemberitahuan singkat, kami tidak dapat mengirim pilot ke sana," katanya, seraya menambahkan bahwa maskapai itu telah meminta webinar dengan Boeing tetapi gagasan itu telah ditolak.

BACA JUGA: Presiden Amerika Serikat Larang Terbang Seluruh Boeing 737 Max

Pekan lalu, Garuda Indonesia mengatakan akan membatalkan pesanan untuk 49 pesawat 737 MAX dengan alasan hilangnya kepercayaan penumpang setelah kecelakaan di Eithopia. BUMN ini sudah memiliki satu pesawat 737 Max.

Singapore Airlines Ltd mengatakan pada hari Senin cabangnya SilkAir, yang mengoperasikan 737 MAX, telah menerima undangan ke acara Rabu dan akan mengirim perwakilan.

Korean Air Lines Co Ltd, yang sebelum grounding dijadwalkan menerima 737 MAX pertamanya pada April, mengatakan pihaknya berencana mengirim pilot ke Renton.

Tim dari tiga maskapai penerbangan A.S. yang memiliki 737 MAX jet berpartisipasi dalam sesi di Renton meninjau pembaruan perangkat lunak yang direncanakan pada hari Sabtu.

BACA JUGA: Kemenhub Teliti Pesawat Boeing 737 Max 8 di Indonesia

Soal patch perangkat lunak terbaru, pejabat AS mengatakan bahwa Federal Aviation Administration (FAA) belum menyetujui perangkat lunak dan pelatihannya. Tetapi FAA menyepakati untuk meninjau software ini dalam beberapa minggu mendatang dan akan meneken persetujuan pada April nanti.

Masih belum jelas apakah upgrade perangkat lunak, yang disebut "perubahan desain" oleh FAA, akan menyelesaikan kekhawatiran yang berasal dari penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap kecelakaan Ethiopian Airlines 10 Maret, yang menewaskan 157 penumpang.

Selama akhir pekan, para eksekutif Ethiopian Airlines telah mempertanyakan apakah Boeing telah memberi tahu pilot cukup tentang perangkat lunak "agresif" yang mendorong hidung pesawat ke bawah.

"Setelah kecelakaan itu, menjadi perhatian kami bahwa sistem ini agresif," Yohannes Hailemariam, wakil presiden untuk operasi penerbangan di Ethiopia, mengatakan kepada wartawan setempat.

Baca Juga

loading...