Kamis, 22 January 2026 02:00 UTC

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko (tengah) dan tim SAR gabungan menunjukkan VCR dan FDR pesawat ATR 42-500, Kamis, 22 Januari 2026. Dok: Pendam XIV/Hasanuddin
JATIMNET.COM - Personel Yonif 700/Wira Yudha Cakti (WYC) yang tergabung dalam Tim SAR Gabungan bersama Basarnas dan Reaksi Cepat PT. Tonasa di bawah pimpinan Letda (Inf) Herman berhasil menemukan Black Box pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu, 21 Januari 2026, sekitar pukul 11.00 WITA.
Black box tersebut terdiri dari dua alat perekam berwarna oranye, yakni Cockpit Voice Recorder (VCR) yang merekam suara di kokpit pesawat dan Flight Data Recorder (FDR) yang merekam data selama penerbangan.
Herman menyampaikan bahwa penemuan Black Box berkat soliditas dan kerja sama antara prajarit dari Yonif 700/WYC, Tim Reaksi Cepat (TRC) PT. Tonasa, dan Basarnas.
"Izin kami tim ekor dari Yonif 700 dan TRC Tonasa telah menemukan Black Box pesawat, sementara masih berusaha untuk dibuka karena menggunakan kunci, dua-duanya yang warna oranye," ujarnya dikutip dari Instagram Kodam Hasanuddin.
Penemuan Black Box tersebut merupakan hasil dari pencarian intensif yang dilakukan di medan pegunungan yang terjal dan ekstrem.
Tim SAR Gabungan harus menghadapi kondisi geografis yang sulit dan cuaca yang berubah-ubah.
Meski demikian, berkat koordinasi yang solid dan kerja sama lintas instansi, Black Box akhirnya berhasil ditemukan dan selanjutnya diamankan untuk diserahkan kepada pihak berwenang untuk proses investigasi lebih lanjut guna mengungkap penyebab kecelakaan pesawat ATR 42-500 tersebut.
Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih terus melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi terhadap korban lainnya.
Tim yang berhasil menemukan VCR dan FDR tersebut akhirnya membawa dua alat perekam tersebut ke pos utama dan tiba Kamis pagi, 22 Januari 2026, pukul 05.30 WITA.
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko mengapresiasi kerja tim SAR gabungan dari berbagai unsur.
Bahkan saat konferensi pers, Bangun berdiri menghadap pada tim SAR yang berada di belakangnya dan mengangkat tangan tanda hormat.
“Untuk itu izinkan saya memberikan hormat pada tim yang luar biasa ini. Saya hormat, saya bangga, saya setia, terima kasih. Kalian adalah orang-orang hebat. Kalian adalah berjuang untuk kemanusiaan. Kalian bukti negara hadir untuk rakyat,” katanya dalam konferensi pers, Kamis pagi.
Bnagun mengingatkan bahwa keberhasilan menemukan black box bukan hanya hasil kerja satu tim, melainkan semua tim yan terlibat.
“Ini bukan semata kerja mereka, ini dorongan dari kerja seluruh tim, hari ini kita mengeluarkan tim dua kali lipat, yaitu 16 tim, delapan tim semalam dan kita dorong lagi pagi delapan tim. Mudah-mudahan kita bisa menemukan korban lagi, karena itu tujuan kita setelah black box ini kita temukan,” katanya.
