Kamis, 21 May 2020 06:00 UTC

Ketua Umum BKKKS Jatim, Dr. Pinky Saptandari, MA
JATIMNET.COM, Surabaya - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ke dua di Surabaya Raya guna memutus mata rantai Covid-19, rupanya berdampak terhadap ekonomi semua lapisan masyarakat. Mulai dari masyarakat kecil hingga menengah ke atas pun turut merasakan hal yang sama.
Berdasar itulah, Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Jawa Timur tergerak untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak, utamanya mereka yang berasal dari masyarakat kecil. Upaya yang dilakukan pun adalah dengan menggerakkan potensi masyarakat Jatim untuk berbagi dan peduli.
Ketua Umum BKKKS Jatim, Dr. Pinky Saptandari, MA mengatakan, mulai dari 28 Maret – 18 Mei 2020, paket tali asih sebanyak 2020 sembako telah dibagikan kepada masyarakat terdampak, di mana 500 diantaranya merupakan bantuan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
BACA JUGA: PKB Kota Probolinggo Bagikan Ribuan Paket Sembako bagi Masyarakat Terdampak Covid-19
“Sasaran yang dituju adalah kelompok disabilitas, guru SLB non PNS, lansia rentan dan warga miskin terdampak langsung,” kata Pinky saat ditemui di Gedung BKKKS, Rabu 20 Mei 2020.
Ia menyebut, selain disebar ke Surabaya, Sidoarjo dan Gresik, bantuan juga disebar ke Tuban, Lamongan, Nganjuk, Kediri, Jombang, Mojokerto dan Pasuruan. Nah tidak hanya sembako, ada pula vitamin, masker dan hand sanitizer.
Lebih lanjut, Pinky mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan amanah dari visi dan misi BKKKS Jatim, yaitu terwujudnya masyarakat Jatim yang peduli dan berperan aktif dalam pembangunan sosial dan kesejahteraan sosial.
“Dukungan dari para donator relatif besar, itu merupakan bukti masih kuatnya kepedulian masyarakat terhadap sesama serta kepercayaan masyarakat terhadap kami untuk menyalurkan niat kepedulian tersebut,” ia menerangkan.
BACA JUGA: Gandeng New KOI, Puspenerbal Juanda Bagikan Paket Sembako untuk Pekerja dan Warga Dampak Covid-19
Menurut Pinky, semakin banyak donator yang peduli, maka akan semakin banyak yang bisa dibantu. Dengan demikian, semakin banyak pula masyarakat membutuhkan yang terpedulikan.
“Ini akan menjadi oase dan secercah kebahagiaan buat mereka terutama masyarakat kecil yang membutuhkan. Dan bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei), kami sekaligus ingin memastikan bahwa momentum ini menjadi momentum bangkitnya kegotong-royongan dan kepedulian kepada sesama,” ia menandaskan.
Nah, meski kegotong-royongan dan kepedulian masyarakat terhadap sesama dinilai Pinky masih bagus, namun kebaikan itu perlu lebih banyak disiarkan lagi.
“Karena apa? Selama ini kita selalu berpikir memberi dengan tangan kanan dan tangan kiri tidak boleh tahu. Sekarang tidak, harus diwartakan! Supaya memberikan efek penularan bahwa orang juga melakukan yang sama,” ia menegaskan.
