BI Yakin Inflasi Saat Ramadan dan Lebaran Terkendali

Baehaqi Almutoif

Kamis, 2 Mei 2019 - 18:28

JATIMNET.COM, Surabaya - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur memprediksi inflasi tidak sampai menyentuh satu persen. Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah saat memprediksi pergerakan inflasi hingga lebaran mendatang.

"Target kami tetap seperti tahun lalu. Kalau kita bicara Ramadan bisa nol koma sekian persen lah untuk pangan," ujar Difi, Kamis 2 Mei 2019.

Menurutnya, banyak faktor yang dapat mengendalikan inflasi agar tidak terlalu tinggi diantaranya, stabilisasi nilai tukar rupiah, masa panen bawang merah dan cabai segera datang, serta stok beras yang dipastikan oleh Bulog masih tersedia 602 ribu ton.

BACA JUGA: BI Jatim Prediksi Kebutuhan Uang Baru Rp 33,4 Triliun

BI masih memiliki pekerjaan rumah yakni soal bawang putih. Namun, masuknya 84 ribu ton di Pelabuhan Tanjung Perak akan menjadi solusi langkanya bawang putih.

"Dari situ kami akan pantau distribusinya. Karena kami ingin barang segitu sampai langsung bisa didistribusikan bukan distok," bebernya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, inflasi per April 2019 berada di poin 0,41 persen. Tomat dan sayur menempati urutan tertinggi dengan 44,01 persen, diikuti bawang putih 40,86 persen, bawang merah 28,36 persen, dan cabai merah 36,15 persen.

BACA JUGA: BI Pantau Dampak Tingginya Harga Tiket Pesawat ke Inflasi

Difi menuturkan, yang jadi perhatian saat ini adalah arus distribusi. "Kami ingin bekerjasama dengan dinas perhubungan untuk menjamin kelancaran truk angkut sembako selama Ramadan," tuturnya.

Sementara Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, pemerintah telah membahas upaya untuk memperlancar arus distribusi barang. Menurut Emil, ada strategi yang harus segera dijalankan agar tidak ada lagi hambatan terlebih pada daerah yang terendam banjir.

"Kami lakukan maping bagaimana sampai nanti menuju hari H lebaran semua barang bisa terdistribusikan. Karena memang ada di beberapa daerah yang alami kendala, seperti di Gresik tadi akibat meluapnya Sungai Lamong," kata Emil.

Baca Juga

loading...