Anang Zakaria
Anang Zakaria

Jumat, 10 Agustus 2018 - 16:52

JATIMNET.COM, Surabaya – Terjawab sudah teka-teki pendamping Presiden Joko Widodo dalam laga pemilihan presiden 2019 mendatang. Duduk bersama sembilan pimpinan partai politik pendukung di Restoran Plataran Menteng Jakarta, Kamis 9 Agustus 2018 petang, Jokowi mengatakan memilih Ketua Majelis Ulama Indonesia Kiai Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden 2019-2024. Pengumuman itu menyentak sejumlah pihak karena sebelumnya beredar kabar Jokowi akan memilih Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

Beberapa jam kemudian di kubu sebelah. Hampir tengah malam ketika Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan diri maju sebagai calon presiden di kediamannya, Jalan Kertanegara Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Berdiri dikelilingi petinggi partai politik pendukungnya, ia mengatakan mengandeng Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden. Hanya petinggi Partai Demokrat yang tak tampak dalam acara itu.

Demokat, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono, semula berada dalam barisan koalisi pendukung Prabowo. Tapi hubungannya dengan Gerindra memanas setelah Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Andi Arief berkicau di akun twitternya, @AndiArief_, menyebut Prabowo sebagai Jenderal Kardus karena kepincut duit Sandiaga Uno, Rabu 8 Agustus 2018 malam. Gara-gara itu, Prabowo batal menggandeng putera mahkota SBY Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon wakil presiden.

Hari berganti, perubahan politik bergerak cepat, Demokrat merapat ke Prabowo. Dari kediaman SBY di Mega Kuningan Jakarta, Jumat 10 Agustus 2018 pagi, AHY mengatakan akan mempersiapkkan diri untuk maju pada pemilihan presiden 2024 saja. Siang hari itu juga, ia mengantar Prabowo-Sandi mendaftar sebagai Capres-Cawapres di Komisi Pemilihan Umum.

Komik : Kharisma Gilang

Teks : Anang Zakaria | diolah dari beragam sumber

Baca Juga

loading...