Rabu, 26 January 2022 01:40 UTC

Ari Dwi Purwanto warga Desa Tatung, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo kebanjiran order membuat miniatur kincir air bambu.
JATIMNET.COM, Ponorogo – Berawal dari iseng membuat miniatur kincir air bambu, Ari Dwi Purwanto warga Desa Tatung, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo kebanjiran order membuat miniatur kincir air bambu.
Pria 25 tahun ini menceritakan jika awalnya ia hanya ingin membuat miniatur kincir untuk kolamnya sendiri. Karena kebetulan ada sisa bambu yang tidak terpakai kemudian ia membuat sebuah miniatur kincir sederhana yang digerakkan oleh aliran air dari pompa air mini akuarium.
“Lalu saya iseng posting di medsos, ternyata banyak respon positif dan ada yang memesan bentuk berbeda,” kata Ari, Rabu 26 Januari 2022.
Baca Juga: Berkat Porang, Ponpes di Ponorogo Bisa Sejahterakan Masyarakat
Ari menceritakan bahwa dari beberapa pesanan yang ada membuat banyak ide kreatif muncul dimana yang awalnya hanya kincir air biasa, kini ada beberapa tambahan ornamen orang-orangan dan bunyi-bunyian dari bambu yang digerakkan oleh kincir. “Inspairasi juga ada yang dari youtube dan medsos juga,” ungkap Ari.
Ia menuturkan jika dalam membuat miniatur kincir air tersebut saat ini dirinya terkendala bahan dasar yang terbuat dari bambu. Dimana pada saat musim hujan seperti sekarang ini mencari bambu yang benar-benar kering dan tua sangatlah susah.
Selain itu jenis bambu yang memiliki corak bagus seperti bambu jenis ulung, yang memiliki warna hitam sangat jarang ditemukan di Ponorogo. Sehingga ia pun mensiasati dengan menggunakan bambu jenis apus kemudian dilapisi menggunakan politur yang membuat warna bambu jenis apus menjadi lebih menarik.
Baca Juga: Di Balik Kisah Anak Penjual Bakso Berhasil Lolos Jadi Jaksa
“Bahannya sebenarnya semuanya bambu, sisanya hanya kawat untuk as kincir dan paku untuk menempel ornamen kincir,” ujar Ari.
Ari menambahkan ia jika kincir air buatannya tidak terpatok dengan ukuran tertentu, ia pun selalu berkonsultasi dengan pemilik kolam untuk menyesuaikan ukuran dan biaya yang diinginkan pembeli. Ia menjual miniatur kincir airnya mulai dari harga Rp 125 ribu sampai Rp 350 ribu.
Dalam pengerjaannya juga tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama, satu miniatur kolam ukuran panjang 60 sentimeter, lebar 40 sentimeter dan tinggi 60 sentimeter bisa ia selesaikan dalam waktu dua hari. “Baru saya mulai Januari ini sebenarnya, saat sudah ada 10 orderan, empat lainnya telah selesai,” pungkas Ari.
