Begini Cara Risma Menghidupkan Toko Kelontong di Surabaya

Khoirotul Lathifiyah
Khoirotul Lathifiyah

Kamis, 7 Februari 2019 - 12:30

JATIMNET.COM, Surabaya - Pemerintah Kota berencana membentuk koperasi di setiap kecamatan di Kota Surabaya. Salah satu tujuannya adalah untuk mengorganisasi toko-toko kelontong yang ada di setiap kecamatan supaya mampu bersaing dengan toko-toko modern.

“Kami sudah buat koperasi di beberapa kecamatan. Progresnya pun sangat bagus, terbukti di Kecamatan Sawahan dan Rungkut," kata Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dalam acara pengarahan kepada pengusaha toko kelontong di Gedung Sawunggaling, Rabu 7 Februari 2019.

Risma mengatakan dengan dibentuknya koperasi di setiap kecamatan, para pelaku usaha ini bisa belanja barang yang dibutuhkan secara bersama-sama. "Nah, dengan solusi ini para pengusaha akan mendapatkan harga yang lebih murah, karena membeli dalam jumlah banyak di pusat perbelanjaan," imbuh Risma.

BACA JUGA: Harapan Risma di Tahun 2019 untuk Surabaya

Dengan harga kulakan yang lebih murah, pemilik toko kelontong akan mendapatkan keuntungan lebih banyak tanpa menjual barangnya dengan mahal. Menurut Risma, keberadaa toko kelontong ini akan lebih bisa kompetitif dengan toko-toko modern saat ini.

Ia berharap, dengan terobosan ini, masyarakat Surabaya khususnya pelaku usaha toko kelontong bisa menjadi tuan rumah atau pengusaha di kota sendiri. "Bahkan, kalau bisa, dan harus bisa bisa membuka lowongan kerja baru, minimal anak cucunya yang akan melanjutkan usahanya itu,” ujarnya.

Risma mengatakan upaya tersebut ada yang jalan dan ada pula yang tidak. Karena itu, pihaknya akan mengevaluasi terus agar sesuai dengan rencana.

BACA JUGA: Tempe Jarwo yang Digemari Wali Kota Risma

Ia mengungkapkan pemkot memberikan pelatihan kepada pelaku usaha toko kelontong dengan narasumber yang sudah disiapkan oleh Dinas Perdagangan Kota Surabaya. "Inisiatif ini kami lakukan karena banyak toko kelontong di beberapa kota/kabupaten sudah punah. Nah, saya tidak mau hal itu terjadi di Surabaya," tambahnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan sebanyak 530 pelaku usaha toko kelontong sudah mendapat pelatihan.

"Namun belum seluruhnya, karena total ada 1.200 lebih toko kelontong di Surabaya. Jadi setelah ini, kami akan melakukan pelatihan lagi," katanya.

BACA JUGA: Risma Gratiskan 150 Pengajuan HAKI UMKM

Ia mengatakan pelaku usaha ini akan mendapatkan beberapa pelatihan, seperti penataan toko, pengelolaan administrasi stok barang dan keluar, pengelolaan keuangan masuk dan keluar serta pemasaran dan penjualannya.

“Progresnya, hingga saat ini sudah ada 7 koperasi di 7 kecamatan. Anggotanya pun beragam, ada yang 60 dan ada pula yang 54 anggota. Semuanya berasal dari kecamatan tersebut,” ujarnya.

Tujuh kecamatan yang sudah ada koperasinya itu antara lain Sambi Kerep, Krembangan, Sawahan, Tambaksari, Gubeng, Tenggilis dan Rungkut. Koperasi ini akan terus dibentuk di setiap kecamatan di Surabaya. “Diharapkan nantinya ada koperasi di 31 kecamatan Surabaya," katanya.

Baca Juga

loading...