JATIMNET.COM, Surabaya - Pemilu 2019 tinggal hitugan hari. Rakyat Indonesia akan menggunakan hak suaranya secara serentak memilih wakil rakyat di DPRD kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD, serta memilih Presiden dan Wakil Presiden pada 17 April mendatang.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menyiapkan lima surat suara dengan lima warna berbeda. Ada beberapa cara yang harus diperhatikan agar surat suara dianggap sah. 

BACA JUGA: Ini Cara dan Proses Mencoblos di TPS saat Pemilu

Surat suara untuk anggota DPRD Kabupaten/Kota/Provinsi dan DPRI RI dinyatakan sah bila: 

1. Pemilih mencoblos pada nomor urut caleg, dan atau nama caleg, disertai dengan mencoblos nama partai, dan atau nomor partai dan atau lambang partai. Surat suara sah dan dihitung untuk nama caleg dari partai yang bersangkutan.

2. Pemilih mencoblos hanya pada nomor urut caleg, dan atau nama caleg saja maka surat suara dianggap sah dan dihitung untuk nama caleg dari partai yang bersangkutan. 

3. Pemilih mencoblos pada garis di antara dua nama caleg. Surat suara tetap dinyatakan sah untuk suara partai, tapi suara untuk caleg tidak akan dihitung.

4. Pemilih mencoblos pada dua nama caleg berbeda namun dalam satu kolom partai yang sama. Surat suara dianggap sah tapi dihitung untuk suara partai, bukan untuk caleg yang namanya dicoblos. 

5. Bagi mereka yang belum punya pilihan caleg, masih bisa menggunakan suaranya. Caranya mencoblos pada nama partai,dan atau lambang partai, dan atau nomor urut partai saja, tanpa mencoblos nama atau nomor urut caleg. Surat suara tetap dianggap sah untuk suara partai.

6. Pemilih yang mencoblos tepat pada garis kolom partai, maka surat suara tetap dianggap sah dan dihitung sebagai suara partai.

BACA JUGA: Jumlah Parpol dari Pemilu ke Pemilu

Surat suara dianggap tidak sah apabila:

1. Pemilih mencoblos nama caleg tapi mencoblos nama partai yang bukan pengusung caleg itu.

2. Mencoblos di luar kolom partai manapun.

Surat suara untuk anggota DPD RI dinyatakan sah bila: 

1. Pemilih mencoblos pada nomor urut, foto,atau nama calon anggota DPD.

Surat suara untuk anggota DPD RI tidak sah apabila:

1.Pemilih mencoblos dua kolom calon berbeda atau mencoblos di luar kolom calon manapun.

BACA JUGA: Supaya Tak Golput di Pemilu 2019

Surat suara untuk calon presiden dianggap sah bila:

1.Pemilih mencolos nomor urut, foto, dan atau nama paslon.

2. Pemilih mencoblos pada lambang partai pengusung paslon.

Surat suara untuk calon presiden dianggap tidak sah bila:

1.Pemilih mencoblos di kedua gambar pasangan calon

2. Mencoblos di luar kolom paslon manapun. 

Sebelum menggunakan hak suara pastikan surat suara ditandatangani oleh KPPS dan bersih dari segala kerusakan.

Pemilih wajib menggunakan alat pencoblosan yang tersedia di bilik suara. Surat suara dianggap tidak sah kalau dicoblos menggunakan jari tangan, rokok, atau pulpen.  

Setelah mencoblos, jangan lupa untuk melipat surat suara dan masukkan ke kotak suara sesuai dengan jenisnya.